Tribun Tulangbawang Barat

Program Mantra Digulirkan di Tubaba, Ini Pesan Umar Ahmad

Program Maju dan Sejahtera (Mantra) yang digulirkan tahun 2019 harus terealisasi dengan baik, tepat sasaran, serta tercapai tujuan utamanya.

Program Mantra Digulirkan di Tubaba, Ini Pesan Umar Ahmad
Istimewa
Bimtek Program Mantra di Sesat Agung Bumi Gayow Ragem Sai Mangi Wawai, Kompleks Islamic Center, Tubaba, Selasa, 2 April 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PANARAGAN - Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba) Umar Ahmad menegaskan, Program Maju dan Sejahtera (Mantra) yang digulirkan tahun 2019 harus terealisasi dengan baik, tepat sasaran, serta tercapai tujuan utamanya.

Menurutnya, keberadaan para koordinator kecamatan dan pendamping tiyuh yang telah direkrut melalui seleksi ketat oleh Universitas Lampung (Unila) diharapkan dapat memperkuat pencapaian tujuan dan sasaran dari program.

Hal ini dalam rangka adanya perlindungan dan jaminan sosial dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Tubaba.

Demikian ditegaskan Umar Ahmad dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan Asisten bidang Pemerintahan Pemkab Tubaba Agus Subagio ketika membuka bimbingan teknis (bimtek) bagi koordinator kecamatan dan pendamping tiyuh program Mantra Tubaba.

Bimtek digelar Pemkab Tubaba bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Unila di Sesat Agung Bumi Gayow Ragem Sai Mangi Wawai, Kompleks Islamic Center, Tubaba, Selasa, 2 April 2019.

Bupati Umar Ingatkan Warga Penerima Mantra Jangan Gunakan Bantuan untuk Pasang Togel

13 Ribu Penerima Manfaat Mantra Akan Dibantu Rp 10 Miliar

“Seluruh unsur yang terlibat dalam program ini, mulai dari tim pengendali, tim pelaksana, beserta koordinator dan pendamping mesti bekerja maksimal sesuai tugas pokok dan fungsinya. Dengan begitu, program ini benar-benar dapat terlaksana dengan baik, aman, lancar, dan bermanfaat bagi masyarakat,” kata Umar.

Program Mantra Tubaba merupakan  pemberian bantuan sosial nontunai kepada kelompok rumah tangga kurang mampu yang terpilih dan ditetapkan dengan kriteria tertentu.

Program tersebut memiliki tiga sasaran utama. Pertama, tercapainya sinergi pelaksanaan program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan serta peningkatan taraf hidup bagi masyarakat.

Kedua, tercapainya pertumbuhan perekonomian masyarakat dengan prinsip kemandirian.

Ketiga, yakni tercapainya tertib penyelenggaraan program pengentasan kemiskinan yang berdasarkan partisipasi dan kegotongroyongan.

"Mudah-mudahan program Mantra Tubaba ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya masyarakat yang kurang mampu," paparnya.

Diketahui, ada 118 peserta yang seyogianya mengikuti Bimtek Program Mantra Tubaba ini, terdiri dari 109 pendamping tiyuh dan 9 koordinator kecamatan.

Mereka adalah pelamar yang dinyatakan lolos uji kompetensi dasar dan uji kompetensi bidang pada seleksi calon pendamping tiyuh dan koordinator kecamatan Program Mantra Tubaba.

Hal ini berdasarkan Pengumuman Universitas Lampung (Unila) Nomor 1039/UN26.14/TU/2019, tanggal 20 Maret 2019 yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Pertanian Unila (atas nama penanggung jawab kegiatan) Irwan Sukri Banuwa. (Tribunlampung.co.id/Endra Zulkarnaen)

Penulis: Endra Zulkarnain
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved