Pasangan Muda Mudi Kunci Pintu Kamar Kos Saat Dirazia, Setelah Dibuka Alasannya Sedang Kerokan

Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Pringsewu mendapati tiga pasangan muda mudi berada di dalam kamar yang terkunci

Pasangan Muda Mudi Kunci Pintu Kamar Kos Saat Dirazia, Setelah Dibuka Alasannya Sedang Kerokan
Tribun Lampung/Endra Zulkarnain
Ilustrasi - Demi menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif, Polsek Banjar Agung merazia sejumlah rumah kos di wilayah setempat, Senin (11/3). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Pringsewu mendapati tiga pasangan muda mudi berada di dalam kamar yang terkunci, Selasa (2/4/2019) siang.

Tiga pasangan muda mudi itu terjaring razia rutin yang diselenggarakan  Sat Pol PP Pringsewu bersama TNI dan Polri.

Razia ini digelar dalam rangka menciptakan suasana kamtibmas aman dan tenteram di wilayah Pringsewu.

Kasi Perundang-undangan Sat Pol PP Pringsewu Maulidin Ansori mengatakan, ketiga pasangan tersebut didapati di tiga titik razia.

Rinciannya, satu titik di indekos wilayah Kelurahan Pringsewu Utara, dan dua titik di wilayah Kelurahan Pringsewu Barat.

"Terdapat tiga pasang muda-mudi di dalam kamar kos-kosan, pintunya dalam keadaan terkunci," jelasnya mewakili Kasat Pol PP Pringsewu Edi Sumber Pamungkas.

Kasi Penyelidikan Sat Pol PP Pringsewu Hendra Kencana menambahkan, saat razia di kamar kos-kosan petugas harus menunggu lama mengetuk pintu kamar kos tersebut.

Alhasil setelah pintu terbuka, mereka mendapati pasangan muda-muda yang tidak dapat menunjukkan surat nikah.

Sejoli Kena Razia di Dalam Kamar Indekos di Kotabumi

Berbagai alasan yang disampaikan pasangan muda-mudi tersebut. Ada yang mengaku sedang dikerok sehingga berada di dalam kamar berdua.

Dari tiga pasangan tersebut, lanjut dia, mayoritas adalah mahasiswa. Ketiga pasangan itu langsung dibawa ke kantor Sat Pol PP Pringsewu.

Mereka dihadapkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Salah satu PPNS M Ikhwan mengatakan, atas perbuatan pasangan muda-mudi tersebut pihaknya memanggil orang tuanya masing-masing.

Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera, selain dilakukan pembinaan.

Ia mengatakan, apabila didapati melakukan asusila, dan terbukti, bisa dikenakan ketentuan Perda No 10 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum dengan ancaman hukuman denda. 

(Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: wakos reza gautama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved