Tribun Pringsewu

Diduga Terjatuh dari Pohon Kelapa, Warga Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa

Kapolsek Pagelaran Iptu Edi Suhendra mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Endiyana (41), warga setempat, di bawah pohon kelapa.

Diduga Terjatuh dari Pohon Kelapa, Warga Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa
Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan
Evakuasi jasad korban yang ditemukan di areal perkebunan Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Kamis, 4 April 2019. 

Diduga Terjatuh dari Pohon Kelapa, Warga Pringsewu Ditemukan Tak Bernyawa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PAGELARAN - Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan tergeletak di areal perkebunan Pekon Sukaratu, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Kamis, 4 April 2019 pukul 10.30 WIB.

Kapolsek Pagelaran Iptu Edi Suhendra mengatakan, mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Endiyana (41), warga setempat, di bawah pohon kelapa.

"Ketika itu saksi melintas di kebun milik Bapak Darwis. Saksi melihat orang laki-laki di bawah pohon kelapa dengan posisi telungkup," ujar Kapolsek.

Endiyana memberitahukan temuan itu ke warga lainnya.

Kemudian mereka menginformasikannya kepada kepala Pekon Sukaratu yang meneruskan ke Polsek Pagelaran.

Lantas petugas polsek mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Ternyata jasad tersebut diketahui bernama Ansani (52), warga Dusun Sukaratu RT 02 RW 02, Pekon Karang Sari, Kecamatan Pagelaran.

Diduga, korban tewas karena terjatuh dari pohon kelapa.

Edi menuturkan, korban diketahui biasa membeli kelapa dengan cara memetik sendiri.

Misteri Munculnya Mayat-mayat ke Permukaan dan Virus Berusia 30 Ribu Tahun di Gunung Everest

Mayat Anonim Ditemukan Tergeletak di Depan Ruko di Pagelaran Pringsewu

Korban memang pergi ke kebun Darwis untuk memetik buah kelapa yang sudah dibelinya.

Prediksi tersebut diperkuat dengan keterangan medis dr Budi Iswanto dari Puskesmas Pagelaran bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Menurut dia, hanya ditemukan luka lecet di pelipis sebelah kiri.

Selain itu, tubuh korban mengeluarkan air seni yang diperkirakan akibat tekanan tinggi.

Jenazah korban lantas diantarkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. (Tribunlampung.co.id/Robertus Didik Budiawan)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved