Tribun Lampung Tengah

Diasingkan Karena Sudah Pikun, Nenek Mursiti Tinggal di Gubuk Seorang Diri. Kini Dapat Bedah Rumah!

Mursiti (80), perempuan lanjut usia harus menghabiskan masa tuanya sebatangakara di sebuah gubuk kecil tak layak huni.

Diasingkan Karena Sudah Pikun, Nenek Mursiti Tinggal di Gubuk Seorang Diri. Kini Dapat Bedah Rumah!
TribunLampung/Syamsir Alam
Mursiti (80), perempuan lanjut usia yang sejak enam tahun lalu tinggal sendiri di sebuah gubuk di Kampung Tulung Kakam, Kecamatan Bumi Ratunuban, Kabupaten Lampung Tengah. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BUMIRATUNUBAN - Mursiti (80), perempuan lanjut usia harus menghabiskan masa tuanya sebatangakara di sebuah gubuk kecil tak layak huni.

Nenek renta tersebut sejak enam tahun lalu harus menyendiri di sebuah gubuk di Kampung Tulung Kakam, Kecamatan Bumi Ratunuban, Kabupaten Lampung Tengah.

Belum diketahui pasti mengapa Mursiti memilih tinggal di banguan kosong berdinding kayu tersebut.

Namun, menurut penjelasan sejumlah warga jika nenek Mursiti dipisahkan oleh anak-anaknya sendiri, lantaran diduga sudah renta dan pikun.

Tak ayal kondisi yang dialami Mursiti mendapat perhatian sejumlah pihak mulai dari warga sekitar, unsur kepala kampung, Babinsa, hingga Dinas Sosial (Dissos) Lampung Tengah.

Karena kondisinya yang sebatangakara, beberapa warga pun inisiatif ikut merawatnya.

Mulyadi, salah satu warga yang rumahnya tepat di depan gubuk tempat Mursiti tinggal mengatakan, sejak enam tahun terakhir selalu memberikan perhatian kepada nenek bertubuh kurus kering itu.

Lelaki yang bekerja sebagai petani itu hanya bisa membantu Mursiti memenuhi kebutuhannya saja, seperti makan dan minum serta mengurus kebersihan sang nenek.

Diasingkan Keluarganya, Nenek Mursiti Dapat Bantuan Rumah Layak Huni

Mursiti (80), perempuan lanjut usia yang sejak enam tahun lalu tinggal sendiri di sebuah gubuk di Kampung Tulung Kakam, Kecamatan Bumi Ratunuban, Kabupaten Lampung Tengah.
Mursiti (80), perempuan lanjut usia yang sejak enam tahun lalu tinggal sendiri di sebuah gubuk di Kampung Tulung Kakam, Kecamatan Bumi Ratunuban, Kabupaten Lampung Tengah. (TribunLampung/Syamsir Alam)

Lantaran keterbatasan pendapatan, Mulyadi kemudian berkoordinasi dengan unsur kampung, Babinsa dan Dinsos Lamteng guna mengurus Mursiti, setidaknya membuatkan tempat tinggal yang layak kepadanya.

Halaman
123
Penulis: syamsiralam
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved