Tribun Metro

Atasi Pengangguran, Pemkot Akan Bentuk Bursa Kerja Online

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berencana membuat kebijakan antisipasi pengangguran melalui Bursa Kerja Online (BKOL)

Atasi Pengangguran, Pemkot Akan Bentuk Bursa Kerja Online
Tribun Lampung/Indra Simanjuntak
Wali Kota Metro Achmad Pairin (tengah) saat membuka sosialisasi donor darah sukarelawan di Unit Donor Darah (UDD) PMI Metro, Selasa, 7 Agustus 2018. 

Atasi Pengangguran, Pemkot Akan Bentuk Bursa Kerja Online

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berencana membuat kebijakan antisipasi pengangguran melalui Bursa Kerja Online (BKOL) dan penerbitan kartu tenaga kerja luar negeri online.

Wali Kota Achmad Pairin mengatakan, ketenagakerjaan merupakan isu nasional yang merupakan persoalan mendasar kesejahteraan sosial masyarakat. Ini karena Indonesia menghadapi kondisi demografis berupa banyaknya angkatan kerja.

TKW Metro Hilang Kontak di Arab Saudi, BP3TKI Lampung Lakukan Upaya Ini

"Nah, kalau kita lalai memerhatikan kondisi itu akan menjadi bencana, termasuk di daerah. Maka kita harus mempersiapkan dan membekali putra-putri kita untuk mampu bersaing melalui pendidikan dan keterampilan," imbuhnya, Minggu (7/4).

Ia menilai, tingginya angkatan kerja dan usia produktif harus ditangkap sebagai peluang, dengan mempersiapkan kebijakan sarana dan prasarana, sampai dengan program dan kegiatan yang berpihak pada penyaluran angkatan kerja.

Sehingga dibuat program info pasar kerja melalui BKOL. Dengan demikian, berpeluang untuk meminimalisir pengangguran di Kota Metro yang diiringi dengan penerbitan kartu tenaga kerja luar negeri. "Masyarakat yang ingin menjadi TKI, jadi terdaftar dan tercatat dalam registerasi Disnaker," ujarnya.

Kurangi Pengangguran, Disnakertrans Tuba Rencanakan Bangun BLK

Sementara Kepala Disnaker Metro Rakhmat Zainuddin mengaku, pihaknya juga rutin melakukan pelatihan otomotif dan manufaktur, untuk menekan angka pengangguran di wilayah setempat. Dan mengasah kompetensi tenaga kerja agar mampu bersaing

Pelatihan diselenggarakan bagi muda-mudi yang memiliki kreativitas dan ingin mengembangkan usaha. Bahkan pelatihan yang diberikan hingga ke tingkat uji kompetensi. Dimana peserta mendapat sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Sertifikat ini bisa digunakan pencari kerja terampil untuk melamar di perusahaan swasta maupun mandiri," tukasnya. Berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, peserta diberikan pelatihan untuk menjamin mutu kompetensi dan pengakuan tenaga kerja pada seluruh sektor bidang profesi di Indonesia melalui proses sertifikasi.

"Peserta yang telah mengikuti uji kompetensi dan mengantongi sertifikat terampil dari BNSP, akan mudah diterima bekerja di berbagai perusahaan otomotif dan manufaktur olahan," terangnya seraya mengaku selama ini keterampilan yang dimiliki para pencari kerja diniliai lemah dan berdaya saing rendah. Adanya pelatihan diharapkan menjadi salah satu solusi.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved