Tribun Lampung Tengah

Diajak Guru Latihan Bela Diri, Gadis 12 Tahun Justru Alami Pendarahan Hebat

Oknum guru beladiri di Kampung Cabang, Kacamatan Seputih Surabaya, AR, diduga melakukan kekerasan seksual kepada anak di bawah umur

Diajak Guru Latihan Bela Diri, Gadis 12 Tahun Justru Alami Pendarahan Hebat
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Syamsir Alam 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SEPUTIH SURABAYA - Oknum guru beladiri di Kampung Cabang, Kacamatan Seputih Surabaya, AR, diduga melakukan kekerasan seksual kepada anak di bawah umur yang merupakan muridnya berinsial DR (12). Karena kejadian itu, korban mengalami pendarahan hebat.

Ibu korban DR, Nur (48), warga Kampung Cabang, Senin (8/4) mengungkapkan kronologis kejadian yang menimpa putri bungsunya itu terjadi pada 1 April lalu.

Saat itu, ia bersama dengan sang anak pergi ke Kampung Sidodadi, lalu datang AR (30) terduga pelaku kekerasan seksual terhadap anaknya. AR sendiri merupakan masih kerabat korban.

Alasan Kedinginan, Kakak Ipar di Lampung Cabuli Gadis 19 Tahun

Sekitar pukul 21.30 WIB, terduga pelaku mengajak DR ke rumahnya dengan alasan akan latihan beladiri. Ibu korban tidak menaruh curiga apapun lantaran selama ini memang korban dekat dengan terduga pelaku.

"Tidak selang berapa lama datang kerabat saya yang lain bilang kalau anak saya (DR) dibawa ke seorang mantri di Kampung Sumber Agung, dengan alasan yang belum diketahui," terang Nur ditemani LPA Lampung Tengah.

Setelah itu, datang saksi yang sama memberi tahu jika anaknya mendapatkan pendarahan dan mantri tak bisa menangani pendarahan sang anak, sehingga harus dipindahkan ke dokter kampung lainnya.

Dikira Istri, Ayah Cabuli Anak Kandung Saat Salah Masuk Kamar, Hakim Terkejut Dengar Ucapan Korban

Pada tengah malam, kemudian saksi, pelaku dan korban dibawa pulang ke rumah ibunya di Kampung Cabang. "Saat itu, pelaku mendekati saya dan bilang kalau DR terjatuh dari kamar mandi dan daerah vitalnya terkena ujung keramik sehingga terjadi pendarahan," kata ibu korban. .

"Pelaku malam itu sempat menenangkan saya, dia bilang saya tanggung jawab, mbak, tenang saja," kata Nur sambil menirukan ucapan AR dan dia saat itu belum mengerti kenapa terduga pelaku mengucapkan itu.

Karena kondisi DR yang merupakan siswa kelas VI SD masih mengalami pendarahan,  pada 2 April korban dirujuk ke Rumah Sakit Mardi Waluyo, Metro. Di Mardi Waluyo DR diopname selama dua hari.

Halaman
12
Penulis: syamsiralam
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved