Tribun Bandar Lampung

Pimpin DPD PTALI Lampung, Melly Suprayitno Akan Bawa PTALI Jadi Mitra Pemerintah

Melly Suprayitno memulai tugas barunya sebagai ketua DPD Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (PTALI) Lampung.

Pimpin DPD PTALI Lampung, Melly Suprayitno Akan Bawa PTALI Jadi Mitra Pemerintah
Tribun Bandar Lampung/Bayu Saputra
Ketua DPD PTALI Lampung Melly Suprayitno 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Melly Suprayitno memulai tugas barunya sebagai ketua DPD Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Indonesia (PTALI) Lampung. Ia menjalani pelantikan usai Musyawarah Daerah I DPD PTALI Lampung di Aula Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, Kamis (11/4/2019).

Sebagai gebrakan awal, Melly ingin membawa rumusan dari hasil Musda I DPD PTALI Lampung ke meja kepala daerah di Lampung.

"PTALI ingin berkontribusi dan menjadi partner pemerintah dalam kajian isu lingkungan di Lampung," katanya usai pelantikan.

Di tingkat internal, ia berharap mampu membawa DPD PTALI Lampung meningkatkan kapasitas, khususnya bagi para anggota. Misalnya, melalui berbagai seminar dan pelatihan.

"Pengembangan sumber daya manusia sangat berpengaruh di era Revolusi Industri 4.0," ujar Melly yang akan mengemban amanah sebagai ketua DPD PTALI Lampung hingga 2022 mendatang.

Dalam Musda I DPD PTALI Lampung, berlangsung pula seminar bertema "Peran Pengelolaan Lingkungan dalam Era Revolusi Industri 4.0". Pembicaranya antara lain Ketua DPP PTALI Budiono dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung Fitter Syahbudin.

Fitter mengungkapkan, kondisi hutan di Lampung saat ini sangat memprihatinkan. Dampaknya, menurut dia, turut berpengaruh pada ketersediaan air, baik secara kualitas maupun kuantitas.

"Maka, kami berharap PTALI ikut mengawasi kondisi lingkungan. Bisa sharing (berbagi) bagaimana ke depannya," kata Fitter.

"Semua pembangunan harus melalui analisis lingkungan. Kami ingin melakukan pengendalian. Jangan ada lagi pembakaran hutan. Siapapun, perusahaan atau perorangan, jika membakar hutan, maka akan terjerat sanksi pidana," sambungnya.

Ketua DPP PTALI Budiono menjelaskan, musda tersebut merupakan titik tolak untuk terjalinnya kerjasama antara pemerintah, akademisi, dan praktisi.

"Ketiganya harus seiring berjalan. Harapannya, PTALI bisa berperan," ujar Budiono.

"Ada kebutuhan yang besar terkait tenaga ahli bidang lingkungan. Harapannya, 500 ribu tenaga ahli lingkungan yang belum teregistrasi bisa mengurusnya, sehingga pengawasan lingkungan akan lebih ketat lagi," imbuhnya. (Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved