Tribun Bandar Lampung

PT Pelabuhan Indonesia II Cabang (IPC) Panjang Terus Memoles Diri Untuk Jadi Pelabuhan Internasional

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang terus berbenah diri dan bersiap menjadi pelabuhan bertaraf internasional.

PT Pelabuhan Indonesia II Cabang (IPC) Panjang Terus Memoles Diri Untuk Jadi Pelabuhan Internasional
tribunlampung/ana puspita
General Manager PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang Drajat Sulistyo (5 dari kanan) saat menerima kunjungan Tim Tribun Lampung di kantornya, Kamis (11/4/2019) sore. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ana Puspita Sari

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDARLAMPUNG - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang terus berbenah diri dan bersiap menjadi pelabuhan bertaraf internasional.

Hal ini dinyatakan oleh General Manager PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Panjang Drajat Sulistyo mengatakan, Pelabuhan Panjang terus dipoles untuk menjadi pelabuhan internasional.

"Dan upaya ini disambut baik oleh pelaku usaha di bidang shipping line," jelasnya bersama Supervisor Humas dan Pelayanan Pelanggan IPC Panjang Frans Radian saat menerima kunjungan Tim Tribun Lampung di kantornya, Kamis (11/4/2019) sore.

Sambutan baik dari pelaku usaha di bidang shipping kine ini salah satunya terlihat dari kondisi saat ini dimana kapal yang datang di Pelabuhan Panjang sudah di atas 10.000 ton dari yang sebelumnya hanya kapal-kapal berkapasitas 1.000 - 6.000 ton.

Inovasi lainnya, kedepan, Pelabuhan Panjang juga akan membuat ekosistem logistik yang terpusat melalui adanya Logistic Center Sumbagsel di Lematang.

Kemudian, IPC Panjang juga akan membuka koneksi langsung dari Pelabuhan Panjang ke Jalan Tol Trans Sumatera untuk mendukung kecepatan laju kendaraan dan kelancaran distribusi.

Pelabuhan Panjang juga menjadi pelabuhan yang dipilih sebagai pilot project pelabuhan seluruh Indonesia dalam hal digitalisasi.

IPC Panjang Salurkan Bantuan ke Korban Bencana Alam Papua

Sebelumnya disebutkan, pada akhir tahun 2019, IPC Panjang sudah fully digital.

Terkait digitalisasi ini, salah satunya adalah dengan dikembangkannya sistem yang dapat diakses melalui Android atau iOS pada semester pertama tahun 2019.

Dengan sistem ini, pelaku industri ataupun stakeholder dapat mengetahui aktivitas di pelabuhan seperti jumlah kapal yang tengah sandar atau yang tengah melakukan bongkar muat.

Digitalisasi ini, tak hanya berfungsi untuk monitoring pelabuhan tapi juga menjadi gap analytic, analisa performance pelabuhan serta forecasting untuk industri di wilayah sekitar pelabuhan.

(tribunlampung.co.id/ana puspita)

Penulis: Ana Puspita Sari
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved