Tribun Bandar Lampung

Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Yoga Andika, Lima Pemeran Peragakan 54 Adegan

Polda Lampung menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan berujung kematian Yogi Andika, sopir pejabat, Kamis (11/4/2019).

Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Yoga Andika, Lima Pemeran Peragakan 54 Adegan
Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa
Polda Lampung menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan berujung tewasnya Yogi Andika, di Jalan Jati Baru, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, Kamis, 11 April 2019. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan berujung kematian Yogi Andika, sopir pejabat, Kamis (11/4/2019). Dalam rekonstruksi kasus penganiayaan Yogi Andika ini, lima pemeran memeragakan total 54 adegan. Satu pemeran di antaranya memeragakan 37 adegan.

Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Lampung AKBP Adrian Indra Nurinta mengungkapkan, rekonstruksi ini merupakan bagian dari mekanisme penyidikan. Tujuannya untuk memenuhi petunjuk dari jaksa penuntut umum.

"Untuk memenuhi petunjuk JPU, kami adakan rekonstruksi. Ada sekitar 54 adegan," katanya usai rekonstruksi di Jalan Jati Baru, Kelurahan Durian Payung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Dalam rekonstruksi, polda menghadirkan saksi kunci Arnold Darmawan. Polda sebelumnya kesulitan menemukan saksi kunci ini lantaran yang bersangkutan menghilang.

Pantauan awak Tribun Lampung, selain saksi kunci Arnold, ada empat pemeran lainnya melalui peran pengganti. Masing-masing Andri Wibowo, Mr X, Moulan Irwansyah Putra alias Bowo, dan korban Yogi.

Moulan Irwansyah Putra alias Bowo tak lain adalah tersangka kasus ini. Polda menghadirkan Bowo untuk menyaksikan rekonstruksi. Adapun Andri Wibowo dan Mr X berstatus saksi.

Rekonstruksi berawal dari kedatangan Yogi bersama saksi Arnold ke rumah Arnold di Jalan Jati Baru, Durian Payung, Tanjungkarang Pusat. Di rumah tersebut sudah ada Andri Wibowo, Bowo, dan Mr X.

Di rumah itu, Yogi mengalami penganiayaan. Berikutnya, Andri Wibowo, Bowo, dan Mr X membawa Yogi ke mobil yang terparkir di depan warung Bakso Sony, Jalan Wolter Monginsidi.

Kepala Subdirektorat III Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Rully Andi Yunianto menjelaskan, pihaknya sempat kesulitan menemukan saksi kunci Arnold. Apalagi, Arnold tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga. Hingga akhirnya Team Khusus Antibandit 308 berhasil menjemputnya di Bengkulu pada 28 Maret.

"Nggak pernah bertemu keluarga. Menghilang. Kami mencarinya selama 10 bulan. Tekab 308 akhirnya berhasil menjemputnya di Bengkulu, di rumah keluarganya," ujar Rully. "Di sini (rumah Arnold), saksi kunci Arnold memeragakan 37 adegan," imbuhnya. 

Masih Tahap Pemberkasan

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Lampung Sabi'in menyatakan kasus penganiayaan berujung kematian Yogi Andika masih dalam tahap pemberkasan.

"Belum pelimpahan. Jadi, untuk memenuhi pemberkasan, harus rekonstruksi ulang," katanya, Kamis (11/4/2019).

Putri Maya Rumanti, kuasa hukum keluarga korban, menjelaskan, rekonstruksi sudah berlangsung dua kali.

"Harapan kami, perkara ini P21 (berkas lengkap) sehingga bisa dilimpahkan ke JPU dan diproses," ujarnya. (Tribunlampung.co.id/Hanif Risa Mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved