Tribun Pringsewu

Baru Sekali Menjambret, Pelajar di Pringsewu Berurusan dengan Polisi

RD (18), pelajar salah satu SMK di Kabupaten Pringsewu nekat melakukan kejahatan jalanan hanya karena ingin mendapatkan uang secara mudah.

Baru Sekali Menjambret, Pelajar di Pringsewu Berurusan dengan Polisi
TRIBUN LAMPUNG/R Didik Budiawan
PELAKU JAMBRET - RD, warga Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus, harus berurusan dengan petugas Polsek Pagelaran karena terlibat aksi penjambretan. 

Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - RD (18), pelajar salah satu SMK di Kabupaten Pringsewu nekat melakukan kejahatan jalanan hanya karena ingin mendapatkan uang secara mudah.

Akibatnya, RD warga Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus, harus berurusan dengan petugas Polsek Pagelaran. RD melakukan penjambretan di wilayah hukum Polsek Pagelaran, teparnya di Jalan Raya (Jalinbar) Dusun Gumuk Rajin, Pekon Gumukmas, Kecamatan Pagelaran.

Kapolsek Pagelaran Iptu Edi Suhendra mengatakan, tersangka ditangkap di tempat kosnya di Kecamatan Pringsewu, 12 April pukul 23.00 WIB."Penangkapan berdasar penyelidikan atas laporan korban Agus Priyanto (35) warga Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, pada 3 Januari kemarin," kata

Kapolsek Pagelaran Iptu Edi Suhendra, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, Minggu (14/4). Ketika itu, pelaku menjambret tas istri korban ketika korban bersama istri dan anaknya mengendarai motor dari arah Pringsewu melintasi jalan raya Gumuk Rajin (Jalinbar) Pagelaran.

Tak Punya Uang Buat Beli Rokok, 2 Pemuda Asal Yukum Jaya Coba Jambret Handphone Pengendara Motor

Karena kejadian itu, korban mengalami kerugian Rp 3 juta. Pasalnya, tas istri korban berisi handphone Xiaomi dan surat-surat berharga.

Saat itu, RD berperan sebagai eksekutor yang dibonceng rekannya, GN mengendarai Yamaha R 15. GN, rekannya, kini masuk daftar pencarian orang.

Duo Jambret di Metro Diringkus Setengah Jam Seusai Beraksi

RD kini diamankan di Mapolsek Pagelaran berikut barang bukti handphone. RD terancam Pasal 365 KUHPidana tentang Pencurian Dengan Kekerasan. Ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Kepada petugas, RD merencanakan penjambretan di kos-kosan bersama rekannya.
RD mengaku baru sekali melakukan kejahatannya. Dia tergiur berbuat jahat karena mendengar cerita teman-temannya, mudah mendapat uang dengan menjambret.(dik)

Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved