VIDEO - Antisipasi Politik Uang, Bawaslu Bandar Lampung Gelar Patroli

Bawaslu Kota Bandar Lampung meminta peserta pemilu tidak melakukan kegiatan kampanye dalam bentuk apapun, apalagi sampai melakukan politik uang untuk

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Bawaslu Kota Bandar Lampung  meminta peserta pemilu tidak melakukan kegiatan kampanye dalam bentuk apapun, apalagi sampai melakukan politik uang untuk memegaruhi orang untuk  memilih atau tidak memilih.

Jika ada yang melanggar aturan tersebut maka pelakunya bakal dijerat dengan ancaman pidana pemilu.

“Jangan sesekali melakukan kegiatan kampanye apapun dimasa tenang ini, apalagi sampai melakukan politik uang,  untuk memengaruhi orang memilih atau tidak memilih.

Karena ada unsur pidana pemilu yang bisa menjerat mereka,” kata Ketua Bawaslu Kota Bandar Lampung Candrawansyah, ditemui disela-sela penertiban APK di Kota Bandar Lampung, Minggu (14/4/2019). 

Candrawansyah mengatakan, pihaknya selama masa tenang sampai pada hari H pencoblosan akan melakukan patroli pengawasaan guna meminimalisir  praktik politik uang dan kampanye terselubung yang bisa saja terjadi di masa tenang ini.

“Kita anggota Bawaslu jajaran sampai hari akan melakukan patroli untuk mencegah pelanggaran, baik kampanye terselubung, dan juga politik uang. Dan kita juga mengajak semua masyrakat sama-sama melakukan pengawasan,” tambahnya

Peserta pemilu yang melakukan pelanggaran dengan menggelar kampanye di masa tenang, bisa dikenakan sanksi pidana paling lama 12 bulan dan denda palin banyak 12 juta, sesuai dengan UU nomor 27 tahun 2017 tentang pemilu.

Sedangkan menurut dia, bagi mereka yang kedapatan melakukan politik uang,  akan dikenakan  ancaman sesuai pasal 523 Undang-undang U nomor 27 tahun 2017 tentang pemilu, dengan  ancaman pidana paling lama empat tahun,  denda paling banyak Rp 48 juta.

“Dalam hal politik uang ini bukan hanya peserta pemilu, tapi siapapun mereka atau seseorang yang memengaruhi orang untuk memilih atau tidak memilih maka  diancam sesuai dengan pasal 523 itu, disini kami mengajak masyarakat  melakukan pengawasaan partisipasif  mencegah pelanggaran-pelanggaran itu, kalau ada yang melihat mendapati  pelanggaran  silahkan lapor ke bawaslu, kita  proses,” tegasnya.  

Terkait penertiban APK, kata Candrawansyah pihaknya sudah  melakukan penertiban dimulai Minggu (144) pagi, dengan melibatkan 2.963 personel untuk menertibkan APK di enam wilayah Kota Bandar Lampung dengan melibatkan juga aparat Polisi Pamong Praja Kota Bandar Lampung. 

“Penertiban APK sudah kami mulai hari ini, kita melibatkan 2.777 pengawas TPS, 126 pengawas kelurahaan, dan 60 panwascam. Penetiban akan kami lakukan sampai H-1. Jadi kita inginkan H-1 sudah benar-benar bersih, baik  baliho, di bilboard maupun APK lainya,” jelasnya.

Bawaslu juga meminta para peserta pemilu  bisa pro aktif melakukan pembersihan APK yang dipasang oleh peserta pemilu. “Parpol juga sudah kita surati, dan mereka kami minta untuk menurunkan sendiri APKnya, dan sebagia besar parpol memang ada yang sudah menurunkan sendiri APKnya,” kata dia. (Tribunlampung.co.id/Romi Rinando/Wahyu Iskandar)

Penulis: Wahyu Iskandar
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved