Sidang Kasus Suap Proyek di Mesuji

Meski Ada Tulisan List Polda, Namun Kuasa Hukum Sibron Aziz Minta Jangan Disalahartikan!

Saksi sebut paket proyek berlistkan Polda dikerjakan PT Jasa Promix Nusantara, Kuasa Hukum Sibron Aziz sebut jangan salah artikan.

Meski Ada Tulisan List Polda, Namun Kuasa Hukum Sibron Aziz Minta Jangan Disalahartikan!
TribunLampung/Hanif Mustafa
Empat saksi hadir di sidang suap fee proyek dinas PUPR Mesuji dengan terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Senin 15 April 2019. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Saksi sebut paket proyek berlistkan Polda dikerjakan PT Jasa Promix Nusantara, Kuasa Hukum Sibron Aziz sebut jangan salah artikan.

Dalam suap fee proyek dinas PUPR Mesuji dengan terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang, Senin 15 April 2019, saksi Jefri Herlangga menyebutkan paket proyek base peningkatan jalan berlistkan Polda dikerjakan oleh Kardinal, pelaksana tugas PT Jasa Promix Nusantara.

Menanggapin hal tersebut, Kuasa Hukum Sibron Aziz, Luhut Simanjuntak langsung mengkonfirmasi dengan terdakwa Sibron Aziz.

"Terkait adanya tulisan di dalam daftar itu yakni Polda, terdakwa tidak tah. Dan saya meminta penegasan terkait itu, apakah terdakwa tahu dengan polda dan sama sekali klien saya tidak tahu," ungkap Luhut

"Jadi jangan seolah diartikan proyek untuk polda yang dikerjakan oleh yang bersangkutan (Sibron Aziz)," tegas Luhut.

Terkait pengerjaan Base peningkatan Jalan, Luhut mengatakan, alasan PT Jasa Promix Nusantara mendapatkan proyek bersumber dari APBD P tersebut karena kesanggupan perusahaan milik Sibron Aziz dalam laksanakan proyek.

"Sementara yang lain tidak sanggup bukan tidak hadir," tandasnya.

Ternyata Pokja Pengadaan Proyek Dinas PUPR Mesuji Lintas Sektor. Bahkan Ada Proyek Berlist Polda!

Dilain pihak, JPU Subari Kurniawan, menyebutkan bahwa tulisan list bertuliskan Polda belum bisa dipertanggungjawabkan.

"Kami gak tahu Polda itu, bisa jadi orang mengatasnamakan Polda, paket siapa kami gak tahu," ungkap Subari.

Meski demikian, dari persidangan ini, Subari menyimpulkan bahwa para saksi dihadirkan untuk melihat bagaimana perusahaan pemilik ditunjuk sebagai pemenang.

"Kalau mereka (saksi) sendiri mengaku tidak ada pemenang lelang, tapi mereka kan dapat list ploating dan ada nama-namanya," sebutnya.

Subari pun mempertanyakan list tersebut untuk apa diberikan jika ada tim lain yang bermain.

"Gak perlu ditunjukin list tersebut, jadi dalam artian kan ini diarahkan dalam tanda kutip pemenanngnya siapa," tandasnya.

(tribunlampung.co.id/hanif mustafa)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved