VIDEO - Warga di Huntara Way Muli Timur Siap Mencoblos saat Pemilu Serentak

Warga korban tsunami selat Sunda di pesisir kecamatan Rajabasa yang tinggal di huntara (hunian sementara) mengaku mereka siap untuk melaksanakan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALIANDA – Warga korban tsunami selat Sunda di pesisir kecamatan Rajabasa yang tinggal di huntara (hunian sementara) mengaku mereka siap untuk melaksanakan pencoblosan pemilu serentak pada 17 April besok.

Warga yang tinggal di huntara mengaku mereka sudah menerima C6 (formulir undangan pencoblosan) dari pihak panitia pelaksana pemungutan suara. Dan warga akan menggunakan hak pilihnya di beberapa TPS yang berbeda. Karena mereka sebelumnya ada yang tinggal berbeda dusun.

“Kita sudah menerima untuk undangan pencoblosan. Sudah sejak kemarin dibagikan oleh panitia,” terang Iwan seorang warga desa Way Muli Timur yang tinggal di huntara kepada tribun, senin (15/4).

Menurut dirinya, warga yang tinggal dipengungsian jug telah mendapatkan sosialisi tentang tata cara pemungutan suara beberapa waktu lalu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan panitia ditingkat kecamatan serta desa.

Bagi pria yang sehari-hari merupakan nelayan ini, pemilu serentak tahun ini bukanlah yang pertama. Pada 2014 lalu juga pemilu legislative juga bersamaan dengan pemilihan gubernur Lampung.

Berbeda dengan yang dikatakan oleh ibu Salmah. Ia mengaku meski terlah mendapatkan sosialisasi. Tetapi dirinya lupa, karena nantinya aka nada 5 surat suara yang berbeda. Dirinya berharap masih akan ada sosialisasi dari panitia untuk tata cara pencoblosan suara ini.

“Memang beberapa waktu lalu sudah ada sosialisasi. Tetapi namanya juga ibu-ibu banyak yang dipikirkan, lupa juga cara nanti pencoblosan suara seperti apa,” kata dia.

Titik Sutriningsih, Komisioner KPU Lampung Selatan mengatakan untuk sosialisasi pencoblosan oleh KPU dan panitia tingkat kecamatan PPK dan PPS di desa masih akan dilakukan hingga rabu (16/4) besok.

“Kalau sosialisasi oleh KPU tetap boleh sampai dengan besok. Tetapi kalau oleh caleg dan tim sukses tidak boleh. Karena sudah masuk masa tenang,” ujarnya.

Dirinya menegaskan panitia ditingkat kecamatan PPK dan PPS di desa masih akan melakukan sosialisasi sembali membagikan form C6 undangan untuk pencoblosan kepada masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Wahyu Iskandar
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved