Tribun Bandar Lampung

Terlibat Kasus Pengeroyokan hingga Tewaskan Korban, Anak di Bawah Umur Ini Duduk di Kursi Pesakitan

Ikut kroyok orang hingga meninggal, seorang anak terpaksa jalani persidangan tertutup di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa 16 April 2019.

Terlibat Kasus Pengeroyokan hingga Tewaskan Korban, Anak di Bawah Umur Ini Duduk di Kursi Pesakitan
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pengeroyokan, seorang anak di bawah umur terlibat kasus pengeroyokan yang sebabkan korbannya meninggal dunia. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ikut kroyok orang hingga meninggal, seorang anak terpaksa jalani persidangan tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa 16 April 2019.

Anak ini berinisial FS (15), warga Telukbetung Timur, Bandar Lampung yang ikut mengeroyok Riduansyah (46) hingga meninggal bersama Soni Renaldo (21), Adi Saputra (21), Agus (DPO), Iwan (DPO), dan Urun (DPO).

Kuasa hukum terdakwa, Tarmizi mengatakan, yang bersangkutan sendiri didakwa pasal 338 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP jo UU RI no 11 tahun 2012 tentang peradilan anak dan pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP UU RI jo UU RI no 11 tahun 2012 tentang Peradilan Anak.

"Jadi ini baru dakwaan, dan yang bersangkutan ini masih di bawah umur, jadi splitan kasus dari pelaku pengeroyokan yang masih dewasa, dan pelaku lain masih dalam proses, jadi masih ditahan," ungkapnya Selasa 16 April 2019.

Kata Tarmizi, pengeroyokan ini mengakibatkan korbannya meninggal dunia.

"Yang melakukan pengeroyokan ini enam orang termasuk terdakwa, dan tertangkap tiga orang, dan tiga orang lagi DPO," ucap Tarmizi.

Tarmizi berharap perkara ini berakhir perdamaian mengingat terdakwa masih di bawah umur dan hanya ikut-ikutan.

"Adik korban juga menyampaikan kalau seandainya terjadi permohonan maaf mereka akan bermusyawarah, tapi dari adik korban terlihat ada peluang meminta maaf dan keluarga sudah mengiklaskan," tandasnya.

Bela Teman Wanita yang Alami Pelecehan Seksual, Pemuda Pesawaran Babak Belur Dikeroyok Tiga Orang

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oktavia Mustika menyebutkan peristiwa ini bermula saat korban sedang melihat organ tunggal dan berjoget diatas panggung di Jalan Pekon Ampai, Keteguhan Telukbetung Timur, Sabtu 8 Juli 2017.

Halaman
12
Penulis: hanif mustafa
Editor: Teguh Prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved