Tribun Lampung Tengah

Maksimalkan Pajak Air Bawah Tanah, Pemkab Lampung Tengah Pasang QR-Code

Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Tengah, akan maksimalkan pajak dari pemakaian air bawah tanah

Maksimalkan Pajak Air Bawah Tanah, Pemkab Lampung Tengah Pasang QR-Code
ISTIMEWA
Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto memimpin apel pegawai di Lapangan Merdeka Gunung Sugih. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Lampung Tengah, akan maksimalkan pajak dari pemakaian air bawah tanah oleh wajib pajak.

Tahap awal, sebanyak 34 tempat usaha di Kabupaten Lampung Tengah segera dipasang alat pemantau QR-Code.

Kepala Bidang (Kabid) Pajak Daerah II BPPRD Lampung Tengah, Ricky Augusta menjelaskan, penggunaan QR-Code berdasarkan peraturan perundang undangan Surat Izin Pengunaan Air (SIPA).

"Saat ini alat akan kami pasang di 34 tempat usaha yang menggunakan air bawah tanah seperti restoran, parkir, dan tempat hiburan," ujar Ricky Augusta, Rabu 17 April 2019.

Ricky melanjutkan, QR-Code yang akan dipasang dalam waktu dekat di tempat-tempat usaha merupakan program pertama yang dijalankan oleh BPPRD di Provinsi Lampung.

Untuk itu, pihaknya telah menggandeng PT FTF Global Indo sebagai vendor.

"Kami sudah mulai survei. Untuk survei awal, kami datangi perusahaan-perusahaan yang menggunakan air bawah tanah. Karena akan dilakukan pemasangan alat pemantau pemakaian air dan ini pertama kali dilakukan di Lampung," katanya.

Kepala BPPRD Lampung Tengah Madani Abdullah menjelaskan, tujuan pemasangan QR-Code untuk menekan dan meminimalisasi lost pajak akibat penghitungan secara manual, mengingat potensi pajak di Lampung Tengah cukup besar dan belum terserap maksimal.

Bawaslu Lampung Tengah Tangani Dugaan Bagi Sembako dan Uang oleh Timses Caleg 2019

"program berbasis online ini sebagai upaya Pemkab Lampung Tengah mendukung supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, terutama terkait dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)," ujar Madani Abdullah.

Sebelumnya lanjut Madani, awal April lalu juga pihaknya menerapkan penggunaan Tapping Box, yakni alat monitoring transaksi usaha berbasis online.

Halaman
12
Penulis: syamsiralam
Editor: wakos reza gautama
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved