Tribun Bandar Lampung

Biaya Terjangkau Jadi Alasan 2 Pria Ini Modifikasi Motor Standar Jadi Motor Trail

Ada banyak hobi yang sampai menghabiskan uang banyak. Satu di antaranya, hobi memodifikasi barang seperti kendaraan.

Biaya Terjangkau Jadi Alasan 2 Pria Ini Modifikasi Motor Standar Jadi Motor Trail
Istimewa
Kepala PT Lampung Sakti Motor, diler Yamaha, Hajimena, Natar, Lampung Selatan, Andrianto bersama sepeda motor trailnya dari hasil modifikasi motor standar pabrikan.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Ada banyak hobi yang sampai menghabiskan uang banyak. Satu di antaranya, hobi memodifikasi barang seperti kendaraan. Dan dari sekian banyak hobi memodifikasi kendaraan itu, ada orang-orang yang memilih memodifikasi sepeda motor standar menjadi sepeda motor trail.

"Virus" mengubah motor standar menjadi motor trail ala KTM tersebut merambah kalangan kampus hingga pekerja kantoran.

Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Universitas Lampung M Badrul Huda, misalnya. Ia rela merombak motor Honda Tiger miliknya, lalu mengkreasinya menjadi motor trail.

"Memodifikasi motor itu memang hobi saya, khususnya modifikasi jadi motor trail. Bisa habis puluhan juta demi memodif motor standar jadi motor trail," katanya kepada awak Tribun Lampung, Rabu (17/4/2019).

Badrul pernah merogoh kocek sekitar Rp 30 juta saat mengubah motor Tiger menjadi motor trail. Namun, jelas dia, hasil modifikasi seharusnya bisa lebih bagus lagi apabila bujet melimpah.

"Kaki-kaki saya pakai yang bermerek, yang bisa buat peredam pada tekanan atau kejutan motor. Frame-nya pakai punya Kawasaki KLX," tutur Badrul. "Dari mesin standar, dengan durasi sekitar seminggu, modifikasi biasanya selesai," imbuhnya.

Badrul merasa puas atas keberhasilannya dalam memodifikasi. Lebih dari itu, alasan khusus mengapa ia memilih memodifikasi motor standar menjadi motor trail adalah demi menekan bujet.

Jika membeli motor trail seperti KTM, Badrul mesti merogoh kocek mulai dari Rp 70-an juta sampai Rp 150-an juta.

"Kalau beli motor trail yang KTM itu, harganya mahal banget. Dengan modifikasi, hasilnya sangat puas. Bisa berpetualang di jalan terjal, di jalan hutan. Sekaligus menikmati ketenangan di alam di tengah rutinitas pekerjaan sehari-hari," jelasnya.

Andrianto, Kepala PT Lampung Sakti Motor, Hajimena, diler Yamaha, juga termasuk suka dengan motor trail. Namun, karena harga motor trail seperti jenis KTM cukup tinggi, ia memilih memodifikasi dengan bujet lebih terjangkau.

Halaman
123
Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved