Kolom Jurnalis

Idulfitri atau Idul Fitri, Halalbihalal atau Halal Bihalal

PADA Idulfitri yang lalu, saya mudik ke empat kota di Jawa Barat: Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar.

Idulfitri atau Idul Fitri, Halalbihalal atau Halal Bihalal
ist
idulfitri
PADA Idulfitri yang lalu, saya mudik ke empat kota di Jawa Barat: Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar. Sepanjang perjalanan, terutama dari Bandung menuju Banjar, saya melihat beberapa spanduk dan baliho ucapan selamat Hari Raya Idulfitri dari gubernur Jawa Barat, sejumlah anggota DPR RI, dan ketua umum partai politik kepada warga Jawa Barat.

Spanduk ada yang dipasang di pohon dan ada pula yang dipasang di pagar rumah, bahkan di tengah sawah. Tujuannya tentu saja bukan untuk kampanye, apalagi untuk gagah-gagahan.

Tapi paling tidak hal tersebut merupakan bentuk kepedulian dan perhatian mereka terhadap warganya atau konstituenya. Sayang, terkadang keberadaan spanduk dan baliho yang dipasang asal-asalan justru tidak hanya menganggu penguna jalan, bahkan bisa saja menyebabkan mereka celaka.

Tentu saja yang akan saya diskusikan bukan soal spanduk atau balihonya melainkan kalimat Idulfitrinya. Lho, ada apa dengan kalimat itu? Begini saya cuma agak binggung, soalnya ada beberapa koran atau media online menuliskan kalimat tersebut tidak sama. Ada yang Idulfitri dan ada yang Idul Fitri.

Misalnya saya saat saya baca di kompas.com--portal berita edisi internet dari harian Kompas sekaligus portal berita terpercaya di Indonesia-- menurunkan berita dengan judul "Obama: Selamat Hari Raya Idul Fitri".

KOMPAS.COM--Seperti pada awal bulan Ramadan lalu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri kepada umat Muslim sedunia.

"Dengan berakhirnya bulan Ramadan, kami mengucapkan selamat merayakan hari penuh berkat bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selamat hari raya Idul Fitri," demikian pernyataan Obama yang dirilis dalam kunjungannya ke Minneapolis, Selasa (30/8/2011). (kompas.com, Rabu 31 Agustus 2011)

Lalu di tempointeraktif.com--pionir portal berita sejak 1995 yang satu grup dengan Majalah Tempo dan Koran Tempo--menurunkan berita dengan judul "Pemerintah Tetapkan Idul Fitri pada Hari Rabu, 31 Agustus 2011".

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah akhirnya menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 Hijriyah jatuh pada hari Rabu, 31 Agustus 2011. Ketetapan tersebut didasari atas pendapat mayoritas dalam sidang itsbat untuk menentukan hari Idul Fitri yang digelar di Kementerian Agama, Senin malam, 29 Agustus 2011.

"Mayoritas menyetujui bahwa 1 Syawal jatuh pada 31 Agustus 2011, hari Rabu. Maka disimpulkan bahwa 1 Syawal jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011," kata Menteri Agama Suryadharma Ali yang memimpin sidang tersebut.(tempointeraktif.com, Senin 29 Agustus 2011).

Lalu kenapa saya menjadikan kedua media online ini menjadi rujukan? alasannya karena keduanya satu grup dengan media cetak yang sebelumnya pernah meraih gelar surat kabar dengan bahasa terbaik dari Pusat Bahasa. Misalnya saja Koran Tempo sudah empat kali berturut-turut meraih juara pertama. Lalu harian Kompas pada posisi kedua.

Dengan demikian tentu sangat wajar kalau kemudian pembaca akan menjadikan rujukan kedua media tersebut.Salah sedikit keduanya akan dibombardir kritik oleh pembaca.

Nah, ngomong-ngomong soal kalimat Idulfitri dan Idul Fitri, saya mencoba menelusurinya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, tertulis di situ kalimat Idulfitri bukan Idul Fitri, yang artinya hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah menyelesaikan  ibada puasa selama bulan Ramadan.

Begitu juga dengan kalimat Halalbihalal bukan Halal Bihalal dalam kamus tersebut tertulis artinya memaaf-maafan setelah menunaikan ibadah  puasa Ramadan. Jadi mana yang benar Idulfitri atau Idul Fitri, Halalbihalal atau Halal Bihalal? Silakan Anda yang menilainya. Semoga bermanfaat.(*)

Penulis: taryono
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved