Komunitas

Ini Dia Sekompok Orang Jadikan Ular 'Pacar' atau 'Istri' Kedua

bahkan bercanda dan mencium hewan melata ini. Tidak ada rasa takut, geli, jijik dan jenis ketakutan lainnya pada binatang bertubuh

Editor: taryono
Ini Dia Sekompok Orang Jadikan Ular 'Pacar' atau 'Istri' Kedua - 1.jpg
ist
Ini Dia Sekompok Orang Jadikan Ular 'Pacar' atau 'Istri' Kedua - 2.jpg
Ini Dia Sekompok Orang Jadikan Ular 'Pacar' atau 'Istri' Kedua - 5.jpg
Ini Dia Sekompok Orang Jadikan Ular 'Pacar' atau 'Istri' Kedua - 3.jpg
Ini Dia Sekompok Orang Jadikan Ular 'Pacar' atau 'Istri' Kedua - 4.jpg
BANYAK orang trauma dengan ular. Mendengar namanya saja langsung merasa takut dan jijik. Jangankan ular betulan, dengan ular mainan dari karet saja takut, sampai menjerit-jerit, bila mainan ular-ularan ini dilempar ke orang yang trauma dengan salah satu reptil ini. Beberapa jenis ular memang berbisa dan tentu berbahaya. Wajar kalau ada orang yang trauma.

Tapi ada sekelompok anak muda, yang menjadikan ular sebagai sahabatnya, bahkan bagi sebagian darinya menjadikan hewan bersisik ini sebagai pacar atau istri kedua dalam kehidupannya.

Mereka biasa memegangi dan membiarkan ular menggelayut, melilit di tubuhnya, bahkan bercanda dan mencium hewan melata ini. Tidak ada rasa takut, geli, jijik dan jenis ketakutan lainnya pada binatang bertubuh memanjang ini.

Reptil ular menjadi peliharaan dan mainan mereka sehari - hari. Mereka juga sering berkumpul bersama, untuk sharing tentang bagaimana memperlakukan ular yang baik. Saat berkumpul antar sesama penghobi ini, timbul dalam benak mereka untuk menjadikannya sebagai komunitas pencinta satwa melata jenis ular yang di beri nama komunitas CORAL, yang merupakan singkatan dari Community of Reptile and Amphibi Lampung.

Komunitas yang lahir pada 3 Juli 2011 lalu ini, bukan hanya sebatas pecinta ular saja. Sesuai dengan namanya, ini adalah komunitas para pecinta binatang melata. Selain ular, beberapa dari anggota komunitas ini juga merupakan pecinta biawak (vananus), kadal (lizard), kura - kura hingga katak.

"Secara umum, anggota CORAL adalah para pecinta reptil dan amphibi. Di antaranya terdapat jenis ular, biawak, kadal, kura - kura, katak, dan reptil lainnya. Namun, ada kekhususan pada komunitas ini, yakni tidak mengizinkan anggotanya untuk memelihara jenis yang berbahaya.

Contoh kecilnya, tidak memperkenankan anggota memelihara ular berbisa. Kalaupun ada, cukup menjadi koleksi rumahan mereka. Tidak untuk di bawa di komunitas, bahkan tidak untuk di sosialisasikan ke masyarakat, karena berisiko tinggi," ungkap Ichwan Teodorus, Ketua Coral, belum lama ini. (ferika)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved