Bukan Warga Negara Biasa

PAGI ini saya mendengar bahwa pilkada akan diselenggarakan serentak di tiga kabupaten, salah satunnya adalah Mesuji.

Bukan Warga Negara Biasa
tribun lampung.co.id/endra
Wayan Lastrawan
Wayan Lastrawan
(Warga Moro-Moro, Melaporkan dari Moro-Moro)
Bukan Warga Negara Biasa

PAGI ini saya mendengar bahwa pilkada akan diselenggarakan serentak di tiga kabupaten, salah satunnya adalah Mesuji. Namun aktivitas di Moro-Moro tampak seperti hari-hari biasa, berbeda dengan wilayah lainnya di Kabupaten Mesuji yang antusias menggelar pilkada pertama sebagai kabupaten baru hasil pemekaran.

Mungkin kami warga Moro-Moro tidak lagi terlalu kecewa, karena ini bukanlah pertama kalinnya kami tidak memilih dalam setiap agenda pemilihan. Ini adalah kali kelima kami tidak bisa ikut dalam pemilihan sejak tahun 2004, pemilu pertama dan terakhir yang kami ikuti.

Kami disibukan dengan aktivitas sehari-hari, bertani, bekerja di ladang, dan membantu para pengungsi yang telah bertahan di wilayah kami selama 20 hari. Kami memang bukan "warga negara biasa". Kesadaran itu kami dapatkan atas berbagai perlakuan diskriminasi. Otonomi daerah, pemekaran wilayah yang katannya untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, ternyata masih belum kami rasakan.

Hari ini semakin membuat kami yakin bahwa perjuangan kami untuk mendapatkan hak-hak konstitusional kami masih panjang, tapi kami percaya suatu saat nanti keadilan akan datang untuk kami.

Kami yakin cita-cita mulia konstitusi untuk melindungi segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum akan terwujud. Kami hanya bisa berharap pilkada bukan hanya menjadi ajang perebutan kekuasaan, tetapi menjadi sarana melahirkan pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat. (endra)

Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved