Kolom Jurnalis

Akankah Nokia Tinggal Nama Besar?

Tentu kita tidak ingin Nokia (yang pernah berjaya) hanya tinggal nama.Inikah senjakala Nokia? waktu yang bisa menjawabnya.

Akankah Nokia Tinggal Nama Besar?
NOKIA bikin gebrakan. Tapi ini bukan soal produk. Seperti dikutip dari Tribunnews.com, raksasa telepon genggam Nokia ini justru merumahkan 3.500 karyawan dan menutup pabrik di Rumania sebagai bagian dari upaya menyehatkan perusahaan.

April lalu Nokia mengumumkan pemberhentikan ribuan karyawan antara lain untuk menghemat satu miliar euro.

Selain menutup pabrik di Cluj, Rumania, Nokia juga mempertimbangkan mengambil langkah serupa untuk pabrik mereka di Finlandia, Hungaria, dan Meksiko.

Juli lalu Nokia merugi setelah penjualan dan pendapatan mengalami penurunan di dua kuartal. Kerugian bersih mencapai 368 juta euro dalam periode tiga bulan hingga Juni.

Apa boleh dikata, kini Nokia memang kalah  bersaing dengan Apple dan perusahaan-perusahaan yang memakai sistem operasi Android.

Malahan dalam tiga tahun terakhir  ini, nilai saham Nokia melorot 67 persen. Ini tentunya terjadi setelah Apple Inc merilis produknya, iPhone.

Sekadar catatan, nilai kapitalisasi pasar Nokia telah tergerus sebesar 60 miliar euro atau 77 miliar dollar AS sejak debut iPhone di tahun 2007. Sepanjang tahun lalu, harga saham produsen ponsel ternama ini melorot 25 persen. Nokia bahkan sudah dua kali menurunkan prediksi laba.

Nokia memang sempat merasakan manisnya bisnis ponsel melalui peluncuran N95. Produk ini mampu meningkatkan margin pendapatan perusahaan hingga 21 persen. Namun, sejak Apple dan Reseacrh in Motion Ltd masuk pasar, margin dari produk N95 semakin tertekan yakni hanya sebesar 12 persen pada kuartal pertama.

Pertanyaannya kemudian, mampukah Nokia menandingi kehebatan Apple dan perusahan smartphone (ponsel pintar) yang telah menggunakan sistem operasi Android.

Atau paling tidak Nokia bisa bersaing dengan ponsel-ponsel dari Cina dan Korsel, yang faktanya selama ini juga menggerus pasar Nokia yang cukup besar. Tentu kita tidak ingin Nokia (yang pernah berjaya) hanya tinggal nama.Inikah senjakala Nokia? waktu yang bisa menjawabnya. (*)

Penulis: taryono
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved