Kolom Jurnalis

Gurita Geng Motor Lilit Pemuda Bitung

DARAH muda darahnya para remaja. Yang selalu merasa gagah. Tak pernah mau mengalah.

Penulis : Tan Kelana aktivis Jongfajar

DARAH muda darahnya para remaja. Yang selalu merasa gagah. Tak pernah mau mengalah. Masa muda masa yang berapi-api. Yang maunya menang sendiri. Walau salah tak perduli Darah muda. Demikianlah penggalan bait lagu yang didendangkan Rhoma Irama berjudul Darah Muda.

Buat anda pecinta musik dangdut, lagu tersebut sudah pasti dikenal sebagai musik yang populer ditelinga masyarakat secara luas. Karena lagu itu menjadi cerminan realita dalam sebuah kehidupan dunia ini.

Baru-baru merebak di sebagian kalangan pemuda Kota Bitung Sulawesi Utara, terlibat gerakan geng motor yang bikin onar. Ada apa ini, kenapa ini terjadi. Sekelompok pemuda di Bitung berkendaraan motor roda dua melakukan aksi anarkisme, vandalisme yang berujung pada timbulnya keresahan masyarakat. Membawa anak panah, mabuk liar dan menodong orang.

Sampai-sampai saking kesalnya, Marinir Pertahanan Pangkalan VIII (Yonmarhanlan) Bitung melakukan penumpasan fenomena geng motor selama satu hari satu malam di Kota Bitung, tribunmanado.co.id, dilakukan pada Minggu (18/9/201) malam hingga Senin (19/9/2011) dini hari.

Melihat organisasi kepemudaan di Bitung, rasanya tak langka, eksistensinya bersifat nasional. Ada KNPI, Karang Taruna atau Pramuka. Kemana lembaga-lembaga ini, seolah acuh tak acuh terhadap perkembangan pemuda di Kota Bitung.

Selama ini organisasi kepemudaan yang ada hanya sebatas ramai di acara pergantian kepemimpinan dan pelantikan pengurus. Usai itu sudah inalilahi, wasalam, selamat tidur, tak bergaung pergerakannya.

Setidaknya organisasi-organisasi pemuda tersebut ambil sikap, harus peka, ciptakan kaderisasi mampu menampung pemuda, membimbing dan memodalkan sifat kebajikan buat modal perjalanan negeri ini kedepan, sebagaimana pernah disinggung Soekarno berilah aku pemuda maka akan bisa mengguncang dunia.

Atau memang keberadaan organisasi kepemudaan itu hanya sekedar sebagai mesin anjungan tunai, menghabiskan dana pendapatan belanja negara ? Usai cair peroleh untung materi, program kinerja hanya dijadikan hiasan indah kertas.

Negeri ini warisan para pemuda. Perjalanan baik dan buruknya Republik ini bergantung pemuda. Bitung dengan segala banyak potensi, apa rela bila mereka penerima pewaris tak mampu kelola karena salah didik dan arahan.

Apa kita tidak malu bila negeri kita selalu di cap sebagai negera berkembang ? Melihat data United Nations Development Programme (UNDP) tahun 2010, negara kita berada diperingkat ke 108 dari 169 negara dengan angka IPM 0,600 sebagai negara berkembang. Lalu kapan kita bisa gapai gelar sebagai negara maju dan jaya.

Belum lama ini ada kehadiran Jongfajar Klub, dibentuk 14 Agustus 2011, di Girian Bawah Bitung, sebuah komunitas yang ingin mengajak jongers (para berjiwa muda) untuk dapat dan selalu peduli dengan situasi dan kondisi masyarakat di Indonesia, terkhusus Kota Bitung, serta mengajak jongers untuk selalu kritis dan menyadari dengan hak dan kewajibannya sebagai warganegara.

Wadah komunitas ini sebagai ajang ekspresi nilai positif, diskusi secara bebas dan bertanggungjawab serta dengan melandaskan pada nilai-nilai kepancasilaan. Namun mereka yang bergabung di komunitas ini masih dapat dihitung jari, mungkin kalah banyak dengan perkumpulan 'geng motor', entah kenapa begitu, sulit rasanya tuk dijawab.

Kemudian sebagai aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian penjaga ketertiban masyarakat mandul dibuatnya. Seolah mereka geng motor itu bebas berkeliaran membuat resah di titik-titik daerah seperti di antaranya kawasan Jalan 46.

Gerakan Marinir menumpas berandalan motor berkedok geng motor itu sebuah kritikan halus kepada lembaga polisi. Kita semua tahu posisi sebenarnya Marinir tugas dan fungsinya itu berinti pada menjaga pertahanan dan persatuan bangsa.

Berharap semua elemen organisasi kepemudaan maupun aparat kepolisian dapat bergandengtangan membina pemuda, harapan ke arah lebih baik Kota Bitung barometernya di organisasi kepemudaan, aparat kepolisian dan kesadaran pemuda. Salam gerak tuk kebaikan. Hidup jongers (berjiwa muda) Bitung !   

Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved