Citizen Reporter

Sendaratari Sansayan Sekeghumong Raih Juara Pertama IECF

Sendratari "Sansayan Sekeghumong" yang dipersembahkan IKPMD Lampung memenangkan dua kategori: juara pertama tari terbaik dan

Sendaratari Sansayan Sekeghumong Raih Juara Pertama IECF
IST
M Harya Ramdhoni
Penulis Novel Perempuan Penunggang Harimau

Sendratari "Sansayan Sekeghumong" yang dipersembahkan IKPMD Lampung memenangkan dua kategori: juara pertama tari terbaik dan juara pertama kategori penata tari terbaik pada International Etnic Culture (IECF) yang diselenggarakan mulai 7-9 Oktober 2011 di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Benteng Vredeburg, Yogyakarta.

Sementara itu perwakilan dari Jawa Tengah mendapatkan juara kedua tari terbaik dan juara kedua kategori penata tari terbaik. Sedangkan juara ketiga diraih oleh perwakilan dari Sulawesi Selatan. Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DIY bersama Ikatan keluarga Pelajar Mahasiswa daerah (IKPMD) se-Indonesia ini memperebutkan piala Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sendratari "Sansayan Sekeghumong" menceritakan kisah cinta Kekuk Suik, Pangeran Terakhir Kerajaan Sekala Bgha Hindu yang tak mendapat restu dari ibundanya, Ratu Sekeghumong.

Kisah "Sansayan Sekeghumong" sendiri adalah hasil eksplorasi yang bersumber dari salah satu bagian cerita dalam novel "Perempuan Penunggang Harimau" karya M Harya Ramdhoni,  yang diterbitkan BE Press 2011, yang mengangkat kenyataan sejarah asal muasal Lampung.

Menurut Novan Saliwa, Sendratari "Sansayan Sekeghumong" ini didukung oleh mahasiswa dan mahasiswi Lampung di Jogjakarta: Erindiasti Wahyu, Novan Saliwa, Dina Febriani, RheNy ChaNjaya, Nuraini Mustika Sari Dewi, Rizky Al Saddam Saputra, Aline D'chiyonk Shirabyoushi, Ibrahim Noeh, Indit Rahmawati, Ajeng Bistar, Hendi dan Ari. Sementara para pendukung musik: Risendi Novriza, Suhendri Wijaya, Riski Febriansyah, Atin, dkk. (*)

Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved