Citizen Reporter

Calhaj Wajib Bayar Denda

Jemaah calon haji (calhaj) Lampung gelombang pertama, yakni kloter 11, 12, 14, 17, 18, 20, 22, 25, dan kloter 27 berangkat dari Soekarno

Anggoro Anantopuspo
Tim Pemantau Pelaksana Haji Daerah (TPHD)
Melaporkan dari Mekkah

Jemaah calon haji (calhaj) Lampung gelombang pertama, yakni kloter 11, 12, 14, 17, 18, 20, 22, 25, dan kloter 27 berangkat dari Soekarno-Hatta menuju Prince Mohammed Madinah, termasuk dalam katagori Haji Tamattu. Calhaj ini mengerjakan umrah terlebih dahulu, baru mengerjakan haji. Karenanya calhaj wajib membayar dam atau denda.

Kewajiban membayar denda ini, menurut Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Lampung M Afif Anshori, merupakan amalan ibadah yang wajib dilakukan karena sesuatu hal. Dalam hal ini terkait penerbangan yang tidak mungkin dilakukan sekaligus. Sesuai jadwal, pemberangkatan gelombang pertama langsung ke Madinah, sehingga harus membayar dam.

Besaran dam menurut Ketua Ikatan Pondok Pesantren Indonesia (IPPI) Lampung ini, ditetapkan oleh pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebesar 300 riyal, atau setara harga kambing kurban. Sedangkan Onta, 1 ekor untuk 7 orang pengurban. Calhaj Lampung kloter 11, sudah menyerahkannya dam-nya pasa Sabtu (22/10).

Dam dikelola seorang WNI asal Madura Mursyid, yang telah menetap di Mekkah sejak 1996. Sebagai balasannya, jemaah mendapat bonus ziarah ke tempat bersejarah di Kota Mekkah, termasuk tempat pemotongan kurban plus makan siang.(sulis)

Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved