Kolom Jurnalis

Rano Karno, dari Bintang Film hingga Wakil Gubernur

Sebelumnya, Rano Karno digadang-gadang menjadi gubernur dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta mendatang.

Rano Karno, dari Bintang Film hingga Wakil Gubernur
ist
Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno
HASIL penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan sejumlah lembaga survei, menunjukkan Ratu Atut yang berpasangan dengan Rano Karno berhasil meraih dukungan mayoritas masyarakat. Hitungan cepat bahkan memastikan pilkada hanya digelar satu putaran.

Meskipun perhitungan resmi dari KPU belum dilakukan. Namun dapat dipastikan hasilnya tidak jauh beda. Dengan demikian, maka Ratu Atut akan menduduki kursi gubernur Banten untuk kedua kalinya. Sementara untuk Rano Karno ini adalah kali pertama ia  menduduki kursi sebagai wakil gubernur.

Sebelumnya,  tahun 2002, Ratu Atut adalah wakil gubernur  Banten. Kemudian tahun 2007, Ratut Atut menduduki kursi gubernur Banten. Dan ia adalah gubernur wanita Indonesia pertama.  Sedangkan Rano Karno adalah wakil bupati Tangerang priode 2008-2013 .

Sebelum terjun ke ranah politik, Rano Karno lebih dikenal sebagai aktor film. Terakhir,  ia memerankan "Si Doel" dalam film sinetron Si Doel Anak Sekolahan.

Si Doel Anak Sekolahan adalah sinetron paling monumental yang digarapnya bersama saudara-saudaranya dalam Karno's Film. Dalam sinetron itu, di samping menjadi sutradara, penulis cerita dan skenario, Rano juga ikut main menjadi Si Doel. Selain serial Si Doel Anak Sekolahan 1-6, PT Karnos Film juga menghasilkan sinetron Kembang Ilalang dan Usaha Gawat Darurat .

Rano juga pernah terjun ke dunia tarik suara. Album perdananya, 'Yang Sangat Kusayang' terhitung cukup laku di pasaran.

Pada tahun 2011, Rano Karno bersiap membuat sebuah film tentang kebudayaan Cina-Indonesia berjudul Barongsai Terakhir berdasarkan novel yang ditulisnya. Film ini akan menggambarkan Sejarah Kebudayaan Etnis (Cina).

Sebelumnya, Rano Karno digadang-gadang menjadi gubernur dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta mendatang. Tapi entah mengapa, tiba-tiba ia malah mencalonkan diri menjadi wakil gubenur Banten, berpasangan dengan Ratu Atut.  Tapi mengenai hal tersebut, ia punya jawaban sendiri. Itu, kata Rano Karno, karena perintah partai. Makanya ia tidak bisa menolak, dan tidak bisa memilih.

Ratut Atut dan Rano Karno merupakan kader PDI Perjuangan. Dalam pilkada yang digelar Sabtu (22/10/2011). Keduanya diusung oleh Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hanura, Gerindra, Partai Bulan Bintang, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia, Partai Karya Peduli Bangsa, Partai Persatuan Daerah, Partai Damai Sejahtera, dan 22 partai politik nonparlemen.

Boleh jadi, tingginya persentase suara Rutu Atut dan Rano Karno  dikarenakan tingginya popularitas  Ratu Atut dan Rano Karno dibanding calon  gubernur dan wakil gubernur lainnya.  Selain itu, juga tidak terlepas dari militansi pemilih PDI Perjuangan.

Lalu, apakah Rano Karno berminat maju pada pemilihan presiden dan wakil presiden mendatang? Entalah.(*)

Penulis: taryono
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved