Kolom Jurnalis

Belajar dari Kemenangan Casey Stoner

Fantastis!. Itulah kalimat yang paling tepat diberikan kepada pebalap Repsol Honda Casey Stoner yang memenangi balapan penuh drama di

Belajar dari Kemenangan Casey Stoner
ist
Casey Stoner
Fantastis!. Itulah kalimat yang paling tepat diberikan kepada pebalap Repsol Honda Casey Stoner yang memenangi balapan penuh drama di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu (6/11/2011). Betapa tidak.  Meski sempat disalip pebalap Yamaha, Ben Spies, saat balapan tersisa tiga lap, Stoner justru bangkit dan lebih dulu mencapai garis finis dengan keunggulan hanya 0,015 detik.

Dengan hasil ini, Stoner menyempurnakan kesuksesannya sepanjang musim 2011. Setelah memastikan diri menjadi juara dunia sejak GP Australia, dia juga menyamakan rekor Mick Doohan yang meraih 12 pole position dalam satu musim dan mencetak 10 kemenangan dari total 18 seri yang dilakoni.

Juara dunia 2007 ini pun meraih kesuksesan dengan selalu naik podium, kecuali pada seri kedua di Spanyol, ketika dia kecelakaan karena bersenggolan dengan Valentino Rossi.

Apa yang diraih Casey Stoner ini tentu sesuatu yang sangat luar biasa. Pasalnya, selama ini Casey  Stoner dikenal sebagai pembalap yang mudah kecewa jika ia mengalami kekalahan atau terkena kritik dari orang lain.

Ini tentunya bertolak belakang dengan sejatinya seorang pembalap. Pembalap adalah petarung, karena itulah mesti memiliki mental tangguh, tidak takut kalah, optimis, dan tahan banting.

Publik pasti ingat. Pada tahun 2007,  sempat Casey  Stoner terkena kritik pedas dari komunitas MotoGP setelah berhasil mendominasi di setengah musim pertama. Fans MotoGP melihat kesuksesan Stoner saat itu berdasar dari penampilan motor dan bannya yang bagus ketimbang bakat Stoner sendiri.

Kemudian di dua kali balapan GP Inggris yaitu di 2007 dan 2008, Stoner sempat dimusuhi oleh fans dengan diteriaki riuh saat ia muncul dari garasi.

Pada tahun 2008 juga, Stoner sempat mendapatkan kritik pedas dari sebuah organisasi kesehatan di Australia seputar timnya yaitu Ducati yang lebih memilih bekerjasama dengan pabrikan rokok Philip Morris (Marlboro).

Organisasi kesehatan tersebut menyebutkan, Stoner yang merupakan seorang atlet dan bukan perokok memilih langkah yang salah dengan bergabung bersama tim yang mempromosikan produk rokok dalam sebuah kompetisi olahraga.

Di musim 2011, Casey Stoner sempat memboikot penyelenggaraan GP Jepang karena ia merasa sikuit Twin Ring Motegi belum sepenuhnya aman dari radiasi nuklir akibat bencana alam yang terjadi di Fukushima. Ia kemudian sempat dikritik oleh beberapa fans Jepang karena dianggap sombong dan melupakan statusnya sebagai pembalap untuk pabrikan Jepang.

Lupakan itu. Dengan kemenangan Casey Stoner di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Minggu kemarin. Paling tidak membuktikan bahwa Casey Stoner  bukanlah lagi pembalap yang dikenal pesimis, tapi pembalap optimis dan petarung yang tangguh. Sehingga ia bisa  menjadi seorang pemenang, bukan pecundang. (*)

Penulis: taryono
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved