Kolom Jurnalis

Cara Pelabuhan Panjang Bikin Kunjungan Kapal Makin Singkat

Pelabuhan Panjang terus berbenah. Pelabuhan yang merupakan cabang dari Pelabuhan Indonesia II ini, punya keinginan besar

Cara Pelabuhan Panjang Bikin Kunjungan Kapal Makin Singkat
pelindo
Fasilitas bungkar muat di Pelabuhan Panjang

Caranya, manajemen Pelabuhan Panjang mendatangkan empat unit Gantry Jib Crane dari Cina dengan kapasitas 40 ton yang mempunyai kemampuan 16 Hoock cycle/jam/unit atau 180 ton/jam/unit, sehingga dengan pengoperasian 4 unit Jib Crane akan memiliki kemampuan 720 ton/jam dari sebelumnya 500 ton/jam (dengan menggunakan ship gear).

Sebelumnya, pada 2 September 2011, mereka sudah mendatangkan satu unit New Quay Container Crane Twinlift dengan kapasitas 61 ton dengan kemampuan kinerja 31 Cycle/jam.

Alat bongkar muat ini untuk memperkuat dan melengkapi fasilitas pelayanan bongkar muat yang telah ada lainnya di Pelabuhan Panjang, baik kuantitas maupun kualitas, seperti beberapa peralatan dan fasilitas yang ada antara lain dua Unit Mobile Crane kapasitas 65 ton; empat unit Gantry JIB Crane kapasitas 40 ton; empat unit Hopper ; empat Unit Bucket kapasitas 20 ton;  empat unit Grab kapasitas 25 ton; dua Unit Forklift lima ton; serta dua unit Forklift 10 ton.

Sementara itu, untuk fasilitas infra dan supra struktur telah dilakukan penambahan dan perkuatan lapangan beton  D (CKG) dengan luas  4120 M; gudang seluas 3.000 M2; dermaga D1 dengan panjang 86 M (-9 s.d. -10 M.LWS), dan dermaga D2 dengan panjang 400 M (-14 M.LWS).

Semua fasilitas tersebut,  tujuannya tentu untuk mendukung peningkatkan pelayanan yang terbaik kepada stakeholder. Tak hanya itu, terpenting adalah kunjungan kapal di Pelabuhan Panjang akan semakin singkat, sehingga hal ini akan berdampak pada barang-barang dipasaran akan jauh lebih murah dan pada akhinya akan meningkatkan pendapatan daerah.

Peningkatan fasilitas tersebut, tentu saja sejalan dengan peningkatan arus kapal, barang dan petikemas yang cukup signifikan.

Seperti arus kapal pada 2010 tercatat 2,402 unit  (14,621,206 GT) meningkat 18,57% dan 24,31% bila dibandingkan taksasi  2011 yang tercatat 2.848 unit (18.176.250 GT). Sementara itu arus petikemas meningkat 12.40% dari realisasi 99.821 box menjadi 112.200 box pada taksasi 2011. Sedangkan arus barang naik sebesar 12.98% dari realisasi 2011 sebesar 13.724.446 ton menjadi 15.505.687 ton pada taksasi 2011.

Buka  Jalur Impor Langsung ke Lampung

Ke depan Pelabuhan Panjang juga akan membuka  jalur impor secara langsung ke Bumi Ruwai Jurai. Namun demikian kebijakan ini menunggu keputusan dari Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Pasalnya, ada kebijakan dari menteri tidak membolehkan melakukan impor.

Kebijakan ini dituding  merugikan. Alasannya, karena Lampung memiliki kemampuan untuk melakukan impor secara langsung. Kemampuan tersebut di antaranya adalah kesiapan Pelabuhan Panjang yang kini sudah berskala internasional. Selain itu, status kantor Beacukai Lampung telah meningkat dari pertama menjadi madya.

Halaman
12
Penulis: taryono
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved