Kolom Jurnalis

Nasib Malang Gloria Macapagal Arroyo

SUNGGUH malang nasib mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo, setelah ditangkap

Nasib Malang Gloria Macapagal Arroyo
ist
Gloria Macapagal Arroyo
SUNGGUH malang nasib mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo, setelah ditangkap oleh pihak berwajib saat terbaring di rumah sakit di Manila. Kini dia terancam digugat oleh keluarga 57 orang yang dibantai tahun 2009 di Filipina selatan.  

Pembantaian di Maguindanao merupakan tragedi besar di negara yang memang terkenal pemilunya penuh kekerasan dan pembunuhan politik ini.

Tragedi ini membuat Filipina menduduki urutan atas sebagai tempat paling mematikan di dunia bagi para pekerja media. Selain itu, dia juga dituduh terlibat korupsi dan kecurangan pemilu.

Gloria Macapagal Arroyo pernah menjabat presiden Filipina (2001-2010). Ayahnya adalah Diosdado Macapagal, bekas  presiden Filipina pada era 1960-an. Sebelum terjun ke politik, dia adalah seorang dosen. Ia dipilih menjadi senat pada 1992, kariernya mencapai puncaknya ketika pada 2001 menjadi presiden Filipina.

Ia adalah teman kuliah mantan presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton, di Georgetown University. Sedangkan gelar doktor bidang ekonomi diraihnya dari University of the Philippines.

Kini Gloria Macapagal Arroyo adalah wakil rakyat untuk Distrik Pampanga sejak 2010. Sebelum meletakkan jabatan presiden pada tahun 2010 lalu, Gloria Macapagal Arroyo  sempat mengelus calon  penggantinya, Gilberto "Gibo" Teodoro. Namun, belakangan keduanya berselisih paham terkait sikap terhadap klan Ampatuan yang diduga berada di balik pembantaian 23 November lalu.

Saat bertarung pada pemilu presiden Filipina pada bulan Mei 2010 lalu, Gibo pun yang tidak mampu memperoleh suara maksimal. Kalah dengan pesaingnya, Benigno Aquino, putra dari mantan presiden Filipina Corazon Aquino, yang memenangi pemilu tersebut.

Benigno Aquino meraih sekitar 15 juta suara dalam pemilu Mei lalu, unggul 5,7 juta suara atas saingan terdekatnya, Joseph Estrada. Dalam janji politiknya Benigno berjanji akan melawan korupsi yang merajalela di Filipina. Usaha pemberantasan korupsi oleh pemerintahan sebelumnya dinilai gagal oleh Badan Transparansi Internasional dan bahkan oleh banyak warga Filipina sendiri.

Janji Benigno ini kemudian dibuktikannya dengan  menangkap mantan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo pekan lalu  untuk menginvestigasi kasus korupsi.  Sebelumnya, ibunya mantan Presiden Filipina Corazon 'Cory' Aquino, juga berani melawan diktator korup Ferdinand Marcos, yang pernah menjabat presiden dari 30 Desember 1965 hingga 25 Februari 1986. (*)

Penulis: taryono
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved