Kolom Jurnalis

Bangun Kepercayaan dengan Pendampingan

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki bentang garis pantai terpanjang keempat di dunia setelah Amerika Serikat,

Sehingga sangat wajar bila kemudian pemerintah Indonesia mencanangkan tahun 2015 sebagai negara produsen ikan terbesar di dunia. Untuk mewujudkan itu dibutuhkan kerja keras dan kerja sama semua pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dan juga pihak swasta yang fokus pada bisnis hasil perikanan dan kelautan ini.

Provinsi Lampung yang terletak di ujung selatan Pulau Sumatera saja, memiliki potensi kelautan dan perikanan yang terbilang cukup besar. Sebut saja dengan luas perairan laut 24,820 km persegi atau 41,2% dari wilayah Provinsi Lampung, panjang garis pantai yang dimiliki mencapai 1.105 km. Belum lagi ditambah dengan 130 buah pulau kecil. Perairan laut Lampung sendiri terbagi dalam Pantai Timur, Pantai Barat, dan Selat Sunda..

Potensi di perairan barat, sebesar 85,379 sampai dengan 97,845 ton pertahun. Sementara di Pantai Timur, potensi yang dimiliki sebesar 11,800 ton pertahun dan di Selat Sunda sebesar 97,752 ton pertahunnya. Sementara budidaya perikanan laut, potensi lahan yang ada sekitar 10,600 Ha. Di Lampung, budidaya perikanan laut ini meliputi ikan kerapu, kerang mutiara, dan rumput laut.

Belum lagi ditambah dengan potensi budidaya air payau yang ada di Lampung. Bahkan luasan lahan potensial yang ada mencapai 61,200 Ha. Adapun produksi yang sesuai adalah pengembangan budidaya udang dan pembenihan ikan. Potensi menjadi semakin besar bila ditambahkan dengan potensi budidaya ikan air tawar. Apalagi luasan daerah aliran sungai (DAS) yang dimiliki Lampung juga besar. Sebut saja Way Tulang Bawang, Way Mesuji, Way Sekampung, Way Seputih, dan beberapa sungai lainnya yang tersebar di daerah Lampung Tengah dan Lampung Selatan.

Sehingga tak heran bila merujuk data Dinas Peternakan dan Kelautan Provinsi Lampung tercatat sejak 2009 hingga kini, Lampung berhasil menyumbang 40 persen dari total 348.100 ton produksi ikan nasional per tahunnya. Meskipun sebenarnya angka ini masih jauh dari potensi produksi perikanan yang sebenarnya. Sebab, seharusnya dengan luasan potensi yang dimiliki dan ditambah dengan hasil dari budidaya perikanan yang dilakukan berbagai perusahaan dan masyarakat, maka angkanya bisa menjadi lebih besar lagi.  

Walaupun dengan hasil itu, raihan hasil devisa ekspor non migas terutama dari sektor kelautan dan perikanan di Lampung masih tinggi. Sebut saja, untuk komoditas udang beku pada tahun 2009 tercatat meraih devisa sebesar 169,15 juta dolar Amerika Serikat (AS) selama semester I atau Januari hingga Juni 2009.

Hasil tersebut, menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Lampung kala itu, Ir Suparmo, adalah hasil ekspor udang ke sejumlah negara seberat 29.712 ton. Komoditas itu mampu memberikan sumbangan (share) cukup besar, yaitu 10,12 persen atas perolehan devisa ekspor non migas Provinsi Lampung (hasil pertanian, industri, pertambangan, dan kerajinan) Januari-Juni 2009 senilai 1,67 miliar dolar AS, dari total volume 3.504.104 ton. (Antara, 30/8/2009)

Besaran volume ekspor udang yang dihasilkan, tentu saja didukung oleh banyaknya areal tambak udang baik yang skala besar di Kabupaten Tulang Bawang dan Mesuji, serta yang berskala sedang dan kecil di Kabupaten Lampung Timur, Lampung Selatan, dan Pesawaran. Apalagi salah satu tambak udang terbesar di Asia Tenggara ada di Lampung yakni PT Centralproteina Prima (CP Prima) yang meliputi PT Aruna Wijaya Sakti (eks Dipasena), PT Wahyuni Mandira, dan PT Central Pertiwi Bahari (CPB).  

Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, per 1 Agustus 2011 kemarin, sektor perikanan cukup mendongkrak nilai ekspor Lampung. Sektor ini berhasil menjadi peringkat kedua penyokong devisa terbesar yakni dari produk ikan dan udang dengan nilai ekspor senilai 7,32 juta dolar AS (per Juni 2011).

Artinya ini memperlihatkan bahwa sektor perikanan, selain udang, memperlihatkan sokongan yang tak kalah besarnya. Dirjen Pengolahan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) Martani Husaini, pernah mengungkapkan bahwa meski Lampung berdasarkan data Kementerian Perdagangan komoditas udang masuk dalam lima produk unggulan ekspor nonmigas Indonesia, tapi juga merupakan penghasil ikan kerapu terbesar di Indonesia.

Halaman
123
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved