Bentrok Antarkampung
Sopir Bus Tidak ke Bakauheni karena Khawatir
Sejumlah supir bus di Rajabasa menghentikan aktivitas kerjanya karena khawatir dengan kerusuhan yang terjadi di Sidomulyo, Lampung Selatan.
Sejumlah supir bus yang biasa mengantar penumpang menuju wilayah-wilayah di Kabupaten Lampung Selatan terpaksa menghentikan aktivitas kerjanya lantaran khawatir dengan kerusuhan yang terjadi di Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan.
Sumiyatun, salah seorang calon penumpang bus Bakauheni mengatakan, sudah menunggu sekitar 3 jam di terminal Rajabasa. Mulanya ia beserta anaknya hendak menuju Bekasi dengan menggunakan jalur darat, namun rencana tersebut terpaksa berubah lantaran sejumlah bus menuju Lampung Selatan menghentikan aktivitasnya.
"Kabarnya sih ada kerusuhan di Lamsel makanya supir-supir pada nggak jalan. Uda hampir 3 jam ini nunggu, katanya sebentar lagi jalan," ujarnya.
Tak hanya Sumiyatun, puluhan penumpang lain yang menuju Lampung Selatan pun merasakan dampak akibat terhentinya aktivitas angkutan para supir bus Bakauheni di Terminal Rajabasa. Sebagian calon penumpang yang terlantar tetap menunggu di tempat-tempat tunggu Terminal Rajabasa dan masjid setempat.
Salah satu supir bus Bakauheni Ahmad mengaku, dirinya terpaksa menunda keberangkatan para penumpang karena khawatir dengan kondisi yang tidak kondusif di Lampung Selatan.
"Ya pagi tadi katanya lagi perang orang Bali sama Lampung di Kota Dalam. Mobil-mobil digeledahin, ditanya ada orang Bali atau orang Lampung nggak. Ngeri juga lah kita, lebih baik tunggu kondisi tenang dulu baru jalan lagi," paparnya.
Ia mengaku baru mendapat kabar kerusuhan dari sesama supir sekitar pukul 09.00 WIB. Namun Ahmad menerangkan, para supir akan kembali menjalani aktivitasnya setelah kondisi jalan lintas stabil.
Adapun kerusuhan yang terjadi diduga dipicu oleh kenakalan remaja yang melibatkan dua pemuda beda suku, Bali dan Lampung, di Kota Dalam, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, Selasa pagi. Meski sudah dilakukan mediasi oleh tokoh masyarakat, kepolisian, dan anggota dewan, masih terjadi perusakan rumah dan kerusuhan di wilayah setempat.(Yani)