Kontrol Kualitas Air untuk Maksimalkan Budidaya Ikan Komet
Sukses atau tidaknya pembudidaya menetaskan telur ikan komet terletak pada bagaimana ia mampu mengontrol kualitas air.
"Suhu merupakan hal yang penting dalam menentukan pertumbuhan ikan. Secara umum, suhu yang optimal untuk pembudidayaan ikan hias adalah 25-32 derajat celcius, perubahan suhu yang mendadak sebesar 5 derajat saja dapat menyebabkan ikan stres," ungkap Abdul yang sudah memasarkan budidaya hingga ke Batam, Minggu (29/4/2012).
Oksigen Terlarut atau DO (Dissolved Oksigen), sambung dia, menjadi faktor kualitas air yang sangat penting karena akan di pengaruhi oleh suhu air, stocking dan laju pakan. Untuk memperoleh produksi optimal, kandungan oksigen harus dipertahankan di atas 5 ppm. Bila kandungan oksigen tetap sebesar 3 atau 4 ppm dalam jangka waktu yang lama, ikan akan menghentikan makan dan pertumbuhannya,
Sedangkan dari keasaman (pH), tingkat keasaaman yang baik untuk budidaya ikan hias adalah 5,5 - 9,0 dan terakhir yang perlu diperhatikan juga yakni total nitrogen yang utama dalam bentuk amonia yang di hasilkan oleh metabolisme ikan dan ekskresi insang sebagai gas amoniak.
"Nilai NH3 yang optimum di perairan berkisar pada 0,5 mg/l. Kotoran ikan yang mengendap di dasar akuarium dapat memperburuk kualitas air oleh karena itu perlu dibersihkan," tegasnya.
Cara yang dapat digunakan yakni dengan pembersihan yang dapat dilakukan dua kali sehari pada pagi dan sore harinya. Selain untuk membuang kotoran pada dasar akuarium, ini bertujuan pula untuk membuang air yang telah lama di bagian dasar akuarium, yang mana dapat menurunkan tingkat kualitas air yang ada.
Kualitas air yang tidak sesuai dengan kebutuhan biota budidaya akan membuat biota tersebut tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan normal, bahkan akan menurunkan tingkat kelulusan hidup. Selain itu, buruknya kualitas air akan memperbesar peluang ikan untuk terserang penyakit. Jadi faktor kualitas air dalam budidaya sangat perlu untuk diperhatikan. (heru prasetyo)