Breaking News:

Kasus Lapas Cebongan, Jusuf Kalla: Ini Awal Hukum Rimba

Mantan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla meminta hukum ditegakkan dalam kasus penyerangan


TRIBUNLAMPUNG.co.id - Mantan Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla meminta hukum ditegakkan dalam kasus penyerangan yang menewaskan empat tahanan di Lapas Cebongan, Sleman. Jika tidak, maka hukum rimba akan terjadi di negeri ini.

"Ini awal dari hukum rimba, kalau ramai-ramai membunuh orang dan sulit diselesaikan," kata Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (29/3). Kalla meyakini, kasus penembakan di Lapas Cebongan dapat terungkap. Alasannya, semua kejahatan memiliki jejak.

Politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus turun tangan mengungkap kasus penembakan di Lapas Cebongan. Akbar khawatir, jika tidak segera diselesaikan, rumor yang berkembang di masyarakat akan semakin jauh dan dapat mengakibatkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara.

Akbar meminta SBY segera mengumpulkan petinggi jajaran keamanan dan pertahanan, terutama Polri dan TNI, untuk mendapat masukan yang komprehensif seputar kasus tersebut. "Selanjutnya Presiden tidak perlu ragu-ragu mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah itu," kata Akbar.

Ia menilai, masalah Lapas Cebongan tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu instansi, yaitu Polri. "TNI juga harus membentuk tim untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Jika ini tak terselesaikan, tidak ada rasa aman bagi masyarakat," kata Akbar.

Mantan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi juga meminta Presiden SBY bertindak tegas. Ketegasan SBY dapat diwujudkan dengan  turun tangan langsung, dan tidak cuma berkeluh kesah. "Jangan hanya menyatakan rasa prihatin. Panggil sejumlah pejabat yang berkaitan dengan kasus itu dan dilakukan dengan tegas," tegas Hasyim Muzadi.(tribunnews/zul/rif)

Editor: soni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved