Bos Toyota Astra Motor Akui Produksi Avanza karena Terpaksa
Sepanjang hampir 9 tahun kehadirannya, Toyota Avanza telah laku hampir 1,1 juta unit.
Adalah Johnny Dharmawan yang membidani kehadirannya. Bisa dikatakan kehadiran Toyota Avanza adalah bentuk keterpaksaan PT Toyota Astra Motor mengingat tingginya harga Toyota Kijang saat itu.
"Saat itu Toyota Kijang laris, tapi seiring perjalanan harganya kian tinggi dan makin tidak terjangkau," tutur Johnny Dharmawan di Jakarta, Rabu (15/5/2013).
Johnny yang sekarang menjabat Direktur Utama PT TAM mengaku pusing untuk menciptakan produk baru. "Saat itu pusing saya. Kita berfikir ciptakan. Kendaraan dengan spek untuk 7 orang seperti kijang tapi bukan kijang," katanya.
Dia bersama dengan tim yang ada bekerja keras untuk menciptakan. Mereka juga berkoordinasi dengan pihak Toyota Jepang karena terkait dengan mesin sampai akhirnya produk selesai dibuat.
Pihak PT TAM sendiri berharap, menghadirkan produk baru akan mendudukan kedua produk antara Kijang dengan produk baru yang belakangan dinamai Avanza menjadi sama-sama di angka 5.000 unit per bulan.
"Tapi faktanya justru tidak sesauai dengan harapan. Di luar dugaan permintaan Avanza jauh lebih tinggi, saat diproduksi 5.000 unit permintaan jadi 7.000 unit, saat produksi dinaikkan 8.000 permintaan justru melonjak jadi 10 ribu, sempat dinaikan 10 ribu permintaan 12 ribu," kata Johnny.
Penjualan tertinggi Toyota Avanza tertinggi pernah dalam satu bulan mencapai angka 19 ribu unit. Lantas mengapa diberinama Avanza? "Sebenarnya saat itu banyak pilihan. Kita siapkan nama-nama binatang di Indonesia. Tapi akhirnya pilih nama Avanza dari bahasa Italia advance. Kenapa Italia? Itu untuk memberikan kesan global minded dan disiapkan untuk diekpor," katanya.
Yang juga membuatnya heran adalah harga jual kembali produk yang justru lebih tinggi dibandingkan harga belinya. "Kebetulan saya punya teman beli harganya Rp 99 juta, tapi empat tahun kemudian kendaraan dijual harganya Rp 105 juta," katanya.