Kenaikan BBM

FPR Kecam DPR yang Putuskan Cabut Subsidi

Front Perjuangan Rakyat (FPR) mengecam hasil sidang paripurna DPR RI tersebut yang memutuskan untuk mencabut

Editor: soni
Laporan Wartawan Tribun Lampung Wakos Gautama

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Front Perjuangan Rakyat (FPR) mengecam hasil sidang paripurna DPR RI tersebut yang memutuskan untuk mencabut subsidi pada bahan bakar minyak (BBM). Rudy HB Daman, Kordinator Umum FPR,  menyatakan bahwa keputusan ini adalah bentuk kepala batunya DPR dan Pemerintah memaksakan kenaikan tersebut.

Hal ini juga membuktikan bahwa argumentasi yang dikemukan oleh FPR bahwa Indonesia telah tergadaikan karena tunduk terhadap kepentingan monopoli asing di Indonesia. "Ini jelas adalah pelanggaran atas konstitusi karena negara telah melepaskan tanggung jawab untuk menjamin terpenuhi hak ekonomi, sosial dan budaya (ekosob) bagi warga negara Indonesia" kilahnya.

Rudi menambahkan masalah 70 persen ladang minyak produktif milik Indonesia konsesinya dimiliki oleh perusahaan asing seperti Exxon Mobil, Shell, BP, Chevron dan Conocco Phillips, dan Indonesia masih harus membeli minyak dengan harga minyak jadi. "sementara Indonesia menjual dengan harga minyak mentah kepada mereka, ya jelaslah APBN merugi" tegas Rudi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved