Pasien Jamkesta di Lampura Masih Tetap Tebus Obat

Pengobatan gratis melalui progam Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) yang digadang-gadang

Editor: soni

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Pengobatan gratis melalui progam Jaminan Kesehatan Semesta (Jamkesta) yang digadang-gadang Pemkab Lampung Utara rupanya belum terlaksana. Realitanya,  meskipun pelayanan yang gratis tetapi pasien tetap harus menebus obat-obatan.

Hal tersebut dialami oleh keluarga A. Nuari (40) warga Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara. Sang anak, Firman Oktariansyah (12) mendapatkan perawatan medis di RSU Ryacudu Kotabumi, sejak Rabu (4/12). "Anak saya jalani operasi usus buntu di RSU Ryacudu," katanya ketika di temui di rs setempat, Sabtu (7/12).

Usai operasi, dirinya bermaksud mengambil obat yang sudah diberikan dokter. Namun, saat akan menebus di apotek Graha Medika, yang ditunjuk sebagai apotek rujukan pasien Jamkesta, Jampersal, ataupun  Jamkesmas, obat yang dimaksud tidak ada. Lantas, sang apoteker menyarankan untuk menanyakan apotek yang ada di RSU Ryacudu. Di apotek tersebut malah tersedia, namun dengan terpaksa dia harus merogoh kocek yang lumayan banyak. "Saya sudah tiga kali tebus obat, pertama dengan harga Rp 174 ribu dikembalikan Rp 38 ribu, yang kedua Rp 205 ribu, dan yang terakhir Rp 205 ribu," ujarnya seraya menunjukan obat yang dimaksud adalah Sanmol paracetamol infusion, metronizadole.

Setelah menanyakan hal tersebut kepada keluarganya, yang juga seorang perawat, mestinya pasien Jamkesta tidak membeli obat, apalagi dengan harga umum. Oleh karenanya, ia meminta agar hal ini disikapi oleh instansi terkait. "Kalau keluarga pasien dari kalangan menengah ke atas ya tidak masalah. Kebanyakan pasien Jamkesta dari keluarga kurang mampu, sehingga keberatan mendapat perlakuan demikian," bebernya. (anung bayuardi)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved