Breaking News:

PGRI dan Organisasi Non-PGRI Harus Perjuangkan Nasib Guru

Seyogianya keberadaan organisasi guru ditujukan untuk memperjuangkan nasib guru.

Editor: taryono

Laporan Reporter Tribun Lampung  Bayu Saputra

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Seyogianya keberadaan organisasi guru ditujukan untuk memperjuangkan nasib guru.  Demikian diungkapkan pengamat pendidikan Bujang Rahman menyikapi kisruh yang terjadi antara PGRI dan organisasi non-PGRI.

"Seharusnya keinginan antara kedua organisasi tersebut haruslah sama, yakni sama-sama memperjuangnkan nasib guru. Visi dan misi juga harus sama. Ini hanya miskomunikasi saja," kata Bujang via telepon, Jumat (6/12/2013).

Menurut dekan FKIP Unila ini, semestinya organisasi-organisasi tersebut bersinergi, bukannya malah bertikai.

Itu sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008. Pada pasal 44 ayat 1 disebutkan bahwa guru memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi guru.

Kebebasan untuk berserikat dilaksanakan dengan tetap mengutamakan pelaksanaan tugas proses pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.  

"Setiap guru boleh mendirikan organiasi profesi guru. Yang terpenting yakni adanya eksistensi organisasi profesi tersebut. Karena buat apa buat organisasi kalau tidak eksis. Diharapkan, organisasi profesi tersebut anggotanya harus benar-benar seorang guru. Jadi, semangat berpikirnya pun sama," tambah Bujang.

Sebelumnya, empat organisasi guru mendatangi kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung, Minggu (1/12/2013).

Keempatnya adalah Forum Guru Independen Indonesia (FGII), Forum Martabat Guru Indonesia (FMGI), Forum Guru Honor Murni (FGHM), dan Persaudaraan Guru Nusantara (Perguntara).

Kedatangan mereka untuk meminta advokasi kepada LBH terkait  pernyataan Ketua PGRI Lampung Wayan Satria pada upacara HUT PGRI lalu yang menyebut banyaknya organisasi guru non-PGRI telah memecah peran tenaga pendidik.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa PGRI satu-satunya organisasi guru yang diakui pemerintah, baik pusat maupun daerah.

"Pernyataan Ketua PGRI Wayan itu yang menuai reaksi keras dari para guru yang tergabung dalam organisasi guru non-PGRI. Para guru kecewa dan mengecam keras pernyataan dari ketua PGRI tersebut, dan mereka minta advokasi kami," kata Kepala Divisi Advokasi LBH Bandar Lampung Anggit Arietya Nugroho di kantornya. (bayu)

Sumber: Tribun Lampung
Tags
PGRI
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved