Kajian SSS: Ical Sulit Menangi Pilpres Lawan Jokowi dan Prabowo

Kajian Soegeng Sarjadi Syndicate menyebutkan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie sulit menang

Editor: soni

TRIBUNLAMPUNG.co.id - Kajian Soegeng Sarjadi Syndicate menyebutkan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie sulit menang dalam pemilihan presiden pada 2014 mendatang. Menurut kajian SSS, Ical akan sulit bersaing dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto.

"Kalau Jokowi atau Prabowo maju, Aburizal Bakrie akan sulit memenangkan kontestasi (pilpres)," kata Ari Nurcahyo, Executive Director Soegeng Sarjadi Syndicate, di Wisma Kodel, Jakarta, Kamis (12/12/2013).

Ari menuturkan, peluang Ical kecil memenangi pilpres 2014 karena permasalahan pribadi bos Bakrie dengan perusahaannya. Misalnya dengan lumpur lapindo atau permasalahan Ical lainnya selama menjadi pengusaha atau faktor Ical yang bukan berasal dari Jawa dapat menjadi alasan sulit mengalahkan Jokowi atau Prabowo.

"Publik tahu persoalan kontroversi yang dilakukan ARB," tuturnya.

Ari mengatakan, meskipun Prabowo juga memiliki masa lalu yang kurang baik, namun isu mengenai masa lalu Prabowo hanya ada dikalangan atas. Menurutnya, masyarakat tidak terlalu mempermaslahkan kesalahan Prabowo di masa lalu.

"Masyarakat kita tipikal mudah lupa, isu pelanggaran HAM Prabowo hanya pada kalangan elitis. Tidak dipermasalahkan masyarakat bawah," ujarnya.

Menurut Ari, isu HAM yang dilakukan Prabowo tidak pengaruhi preferensi masyarakat. Karena menurut dia, kesalahan Prabowo dilakukan karena salah kebijakan, jadi bukan hanya Prabowo yang berperan dalam permasalahan HAM tersebut.

"Kalau ARB lemah di lumpur lapindo yang merupakan kesalahan personal," ucapnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved