Polres Tuba Bekuk Pemasok Upal Rp 21 Juta

Kini, ketiganya beserta barang bukti upal sebanyak Rp 21.100.000, diamankan di Mapolres Tuba.

Editor: taryono
TRIBUN LAMPUNG/ROBERTUS DIDIK
ilustrasi: barang bukti upal bernilai Rp 10 jutaan 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Endra Zulkarnain

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG-Satuan Reskrim Polres Tulangbawang membekuk tiga orang pemasok dan pengedar uang palsu (upal) di wilayah hukum polres setempat.

Ketiganya Edi Firdaus (30), warga Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo; Ranu (44), warga Kampung Banjar Agung, Kecamatan Banjar Agung; dan Amin Junaidi (34), warga Kampung Mataram Udik, Lampung Tengah.

Ketiganya ditangkap secara terpisah pada Jumat dan Sabtu pekan lalu.

Kasat Reskrim Polres Tuba AKP Aliudiin mewakili Kapolres AKBP Agoes Soejadi mengatakan, penangkapan ketiganya berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa di wilayah Banjar Agung, Tulangbawang, banyak beredar uang palsu pecahan Rp 100 ribu.

"Setelah hampir seminggu dilakukan penyelidikan, Satuan Reskrim Polsek Banjar Agung dibantu Satuan Reskrim Polres Tuba, pada Jumat pukul 10.30 WIB  menangkap Edi Firdaus. Dari tangan tersangka berhasil diamankan upal pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 1.100.000," terang Aliudin, Senin (31/3/2014).

Dari hasil pengembangan dan keterangan tersangka, sekitar pukul 15.30 WIB, Satuan Reskrim polres tuba berhasil menangkap Ranu (44), dari tangan tersangka berhasil diamankan upal pecahan Rp 100 ribu sebanyak Rp 10 Juta.

"Lalu pada Sabtu pukul 09.15 WIB, Satuan Reskrim Polres Tuba menangkap pemasok uang palsu Amin Junaidi, dari tangannya berhasil diamankan upal sebanyak Rp 10 Juta," katanya.

Kini, ketiganya beserta barang bukti upal sebanyak Rp 21.100.000, diamankan di Mapolres Tuba.

Ketiga tersangka dijerat Undang-Undang No 32 tentang Perbankan dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.(endra)

Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved