Pemilu 2014
Tiga Orang Luka akibat Ricuh di TPS 01 Banjar Agung Tuba
Keributan itu melibatkan Suhaimi (40), anggota Linmas pengamanan TPS 01, dan tiga warga setempat masing-masing
Laporan Reporter Tribun Lampung Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, TULANGBAWANG-Proses pemungutan suara di TPS 01 Banjar Agung Tulangbawang diwarnai keributan yang menyebabkan tiga orang luka terkena goresan senjata tajam, Rabu (9/4/2014).
Keributan itu melibatkan Suhaimi (40), anggota Linmas pengamanan TPS 01, dan tiga warga setempat masing-masing Sahroni (27), Tatjri (32), dan Suwandi (25).
Informasi yang didapat Tribunlampung.co.id, keributan itu bermula ketika sekitar pukul 09. 30 wib warga berdesak-desakan ingin saling mendahului masuk ke dalam TPS yang menumpang di gedung SD 01 Banjar Agung.
Ketika itu, Suhaimi yang berjaga di pintu masuk TPS mencoba menenangkan warga yang berdesak-desakan.
Karena warga terus berdesak-desakan, Suhaimi lalu tersulut emosi. Ia kemudian pulang ke rumahnya mengambil golok dan pisau, lalu sesaat kemudian kembali ke TPS 01.
Suhaimi yang tersulut emosi lalu memarahi warga yang tidak menghiraukan imbaun untuk tertib memasuki TPS.
"Nggak lama datang Suwandi, Tatjri, dan Sahroni mengamankan senjata tajam yang dipegang Suhaimi, tapi dia (Suhaimi) melawan," ungkap Suwanto, warga Banjar Agung.
Ketika itu Sahroni, Tatjri, dan Suwandi berupaya merampas senjata tajam yang dipegang Suhaimi.
Namun karena Suhaimi berontak, senjata tajam terebut gagal dirampas dari gengaman Suhaimi.
"Tiga orang tadi mengalami luka pada telapak tangan semua, karena akan mengambil golok dan pisau dari Suhaimi," tambah Suwanto.
Untung saja, beberapa personel kepolisian datang ke TKP dan mengamankan Suhaimi ke Polres Tulangbawang.
"Sedangkan tiga orang korban dibawa ke RS Mutiara Bunda Unit 2," tandas Suwanto.
Proses Pemungutan Suara Di TPS 01 Banjar Agung Sempat Terhenti
Proses pemungutan suara di TPS 01 Kecamatan Banjar Agung Tulangbawang sempat terhenti sekitar lima menit akibat keributan yang melibatkan petugas Linmas TPS dengan tiga orang warga.
"Saat kejadian sempat terhenti pencoblosan selama 5 menit, selanjutnya pencoblosan berjalan kembali setelah situasi kondusif," terang Suwanto. (endra)