Gantung Diri karena Masalah Asmara, Icha Tinggalkan 4 Lembar Surat

Ia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah kamar kos di Jalan Durian II, Tanjungsenang

Editor: taryono

KISAH cinta tak selamanya berakhir indah. Ini nampaknya yang terjadi pada Tika Lestari atau biasa disapa Icha (23). Ia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah kamar kos di Jalan Durian II, Kecamatan Tanjungsenang, Bandar Lampung, Selasa (8/4) malam, karena persoalan asmara.

Di lokasi kejadian, polisi berhasil menemukan empat lembar kertas berisi curahan hatinya. Kertas pertama tanggal 21/12/2013. Di lembar-lembar kertas tersebut, Icha menuturkan kesedihan karena sang kekasih dijodohkan dan meninggalkan dirinya. Di lembaran lain, Icha menuliskan nama seorang pria. Nama tersebut dia tulis berulang-ulang dengan tinta merah dan hitam.

Inilah surat pertama Icha, tertanggal 21/12/2013 yang ditulis ulang Tribun seperti kalimat aslinya. "Lo udah tau kalo lo dijodohin, tapi kenapa lo nembak gua. Lo bilang kalo lo care sama gua?? Apa lo cuma mau maenin gua? Ngebuat gua sayang sama lo, abis itu lo tinggalin gua gitu aja. Kaya sekarang jujur gua sakit denger lo udah dijodohin. Tapi gua gak bisa pisah sama lo, mungkin gua cuma bisa sama lo untuk sekarang bukan selamanya! Gua sadar gua siapa? jadi gua mau ngabisin sisa waktu gua sama lo terus karena lo gak selamanya ada di samping gua dan gak selamanya gua ada didekat lo."

Kertas kedua isinya: "Gua bakal ilangin tato gua kalo memang itu caranya untuk gua bisa sama lo! Gua sayang sama lo gua gak mau kita pisah. Kenapa dulu lo bilang suka, care sama gua? Sedangkan lo tau kalo sudah dijodohin. Lo cuman mau mainin gua? asal lo tau gua gak pernah ada niat sedikitpun untuk mainin lo/nyakitin lo. Gua ngejalanin semua ini pake perasaan bukan maen-maen."

Kemudian kertas ketiga: "Saat kita bersama aku merasa sangat bahagia :) Tapi saat kita berpisah seperti ini? aku sangat hancur, sakit, kecewa : (Aku gak mau kaya gini. Aku gak mau kita pisah. Aku sayang kamu. Dari semua yang kamu lakuin ke aku, aku cuma bisa nangis, pasrah, dan kecewa. Semoga kamu ngerti!!! Erwin Meilaska Dinata.

Kertas keempat: Erwin Meilaska Dinata. Kalimat terakhir yang sepertinya nama sang kekasih ini ditulis sebanyak delapan baris dengan tinta merah dan hitam. Empat lembar kertas ini ditemukan polisi di dalam tas Icha.

Kapolsek Sukarame Komisaris Hendriansyah mengatakan, Icha sepertinya nekat gantung diri karena masalah asmara. Polisi menemukan beberapa catatan di dalam tas Icha yang isinya tentang kekecewaan  Icha terhadap seorang lelaki.

"Itu baru dugaan kami. Namun untuk tahu motif pastinya perlu penyelidikan lebih lanjut," papar Hendriansyah. Sampai saat ini polisi belum mengetahui keberadaan keluarga Icha karena tidak ada yang tahu dimana orangtuanya. Keterangan keluarga Icha diperlukan untuk mendapatkan petunjuk kematian Icha. Ia mengatakan, Icha tinggal di kamar kos bersama dua temannya di Jalan Durian II, Tanjung Senang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, terusnya, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Icha. "Untuk sementara kami duga korban mati bunuh diri," ujar dia, Rabu (9/4). Untuk memastikan penyebab kematian Icha, pihaknya masih menunggu hasil visum rumah sakit. Ia mengutarakan, pihaknya belum menerima hasil visum tersebut sehingga belum bisa menyimpulkan penyebab kematian Icha.

Sehari-hari Icha bergaul bersama anak-anak punk. Menurut Hendriansyah, Icha sering terlihat mengamen di Pusat Kegiatan Olahraga (PKOR) Way Halim bersama anak-anak punk. "Semalam saja anak-anak punk datang ke lokasi bunuh diri," jelasnya. Hingga berita diturunkan, Tribun belum bisa mengkonfirmasi pihak keluarga Icha.(wakos reza gautama/perdiansyah)

Tags
bunuh diri
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved