Headline News Hari Ini
Rp 100 Miliar Berputar Selama Pilgub Lampung Berlangsung
perputaran uang selama pilgub setidaknya sebesar Rp 100 miliar.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG- Perputaran uang pada perhelatan pemilihan gubernur Lampung diperkirakan lima kali lebih besar dibandingkan dana kampanye yang dilaporkan para calon gubernur.
Pengamat Politik Universitas Lampung, Roby Cahyadi mengatakan, jumlah tersebut setidaknya menjadi angka minimal dalam perputaran uang politik selama pilgub. “Uang yang digunakan setidaknya lima kali lipat, dan pasti lebih dari itu,” kata Roby.
Jika dana kampanye yang dilaporkan empat pasangan cagub Lampung total sekitar Rp 22 miliar, maka perputaran uang selama pilgub setidaknya sebesar Rp 100 miliar. Roby mengungkapkan, semua uang, dana atau barang yang digunakan untuk kegiatan politik pilgub seharusnya dilaporkan para cagub ke KPU sebagai dana kampanye.
Jika ada dana atau barang tidak masuk dalam laporan dana kampanye, kata Roby, hal itu bisa digolongkan sebagai kegiatan money politic atau politik uang. “Semua pemberian barang, uang, dan juga janji politik itu masuk kategori money politic jika tidak dilaporkan.
Jadi kalau ada pejabat sipil atau PNS yang memberikan dukungan atau janji politik dalam gelaran pilgub, itu bisa masuk kategori money politic,” papar Roby.
Berdasarkan data KPU Lampung, total laporan dana kampanye cagub Lampung sebesar Rp 21,7 miliar. Dengan rincian, dana kampanye pasangan Ridho-Bakhtiar sebesar Rp 12,07 miliar, pasangan Berlian-Muklis Rp 4,6 miliar, pasangan Herman-Zainudin Rp 520 juta, pasangan Alzier-Lukman Rp 4,6 miliar.
Pengamat politik Universitas Lampung Arizka Warganegara menambahkan, pemilihan kepala daerah secara langsung berimplikasi pada tingginya biaya politik.
"High cost democracy atau demokrasi dengan biaya tinggi menjadi konsekuensi dari otonomi daerah yang mengharuskan kepala daerah dipilih langsung," ungkap Arizka.
selengkapnya baca Tribun Lampung edisi cetak hari ini