Jengkol Bikin Inflasi Bandar Lampung Sebesar 0,78 Persen
Dengam inflasi 0,78 persen ini, Bandar Lampung menduduki peringkat ke-16 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya
Penulis: martin tobing | Editor: taryono
Laporan Wartawan Tribun Lampung Martin L Tobing
TRIBUNLAMPUNG.co.id, BANDAR LAMPUNG-Inflasi Kota Bandar Lampung Juni 2014 sebesar 0,78 persen. Ada lima kelompok pengeluaran yang memberikan andil terjadinya: bahan makanan (0,48 persen); makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,14 persen); perumahan, listrik, air, gas, dan bahan bakar (0,12 persen) ; pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,03 persen); dan kesehatan (0,01 persen).
Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Adhi Wiriana, inflasi Juni yang terjadi di Bandar Lampung komoditas dominan yang memberikan andil terjadinya inflasi antara lain, bawamg putih, bawang merah, rokok kretek filter, telur ayam ras, beras, daging ayam ras, jengkol, cat kayu, dan tarif listrik
"Dengam inflasi 0,78 persen ini, Bandar Lampung menduduki peringkat ke-16 dari 82 kota yang diamati perkembangan harganya. Dari 82 kota tersebut, sebanyak 76 kota mengalami inflasi dan enam kota deflasi," katanya, Selasa (1/7/2014).
Inflasi tertinggi terjadi di Ternate sebesar 1,29 persen, sedangkan terendah di Tual 0,06 persen. Sementara deflasi terendah terjadi di Pematang Siantar 0,09 persen.