Penurunan Okupansi Hotel Tren Setiap Ramadan
Penurunan tersebut normal terjadi setiap tahun karena beberapa sebab.
Penulis: martin tobing | Editor: taryono
Laporan Wartawan Tribun Lampung Martin L Tobing
TRIBUNLAMPUNG.co.id, BANDAR LAMPUNG-Prediksi turunnya tingkat okupansi hotel berbintang di Bandar Lampung selama periode Ramadan juga diakui Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung. Penurunan tersebut normal terjadi setiap tahun karena beberapa sebab.
Kepala BPS Provinsi Lampung Adhi Wiriana menerangkan penyebab penurunan karena pengusaha yang melakukan perjalanan bisnis dari Jakarta ke Bandar Lampung ataupun instansi pemerintah daerah dan swasta yang menggelar acara pelatihan ataupun seminar memang mengurangi aktivitasnya.
Kalaupun instansi atau perusahaan swasta menggelar kegiatan di hotel selama Ramadan, rata-rata tidak menginap. Selain itu, gelaran rapat pun tidak begitu semarak. Jika tetap menggelar kegiatan di hotel berbintang, ini pun hanya sekadar menggelar buka puasa bersama saja, tapi tamu pun tidak menginap.
"Indikator TPK adalah persentase banyaknya malam kamar yang dihuni tamu pada bulan tertentu, dibandingkan dengan banyaknya malam kamar yang tersedia di hotel-hotel. Kondisi inilah yang menyebabkan TPK turun," jelas Adhi kepada Tribun, Selasa (1/7/2014).
Bedasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung kurun waktu dua tahun terakhir terkait Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang periode bulan Ramadan, okupansi Juli 2013 tercatat 42,18 persen atau menurun 13,76 persen dibanding Juni yang tercatat 55,94 persen. Sedangkan TPK Juli 2012 presentasenya 54,9 persen atau turun 11,9 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 66,8 persen.
Apabila dibandingkan TPK hotel berbintang normal bedasarkan Berita Resmi Statistik BPS Lampung, TPK periode Mei 2014 mencapai 53,17 persen atau turun 2,38 persen dibanding April yang tercatat 56,1 persen.