Saya sering Tidur Bareng Kucing Anggora, Kira-kira Bahaya Nggak?

Saya mempunyai kucing anggora dan sering saya ajak tidur bersama. Kira - kira membahayakan tidak buat kesehatan?

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: soni

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kepada Yth Tribun Lampung. Saya mempunyai kucing anggora dan sering saya ajak tidur bersama. Kira - kira membahayakan tidak buat kesehatan? Mohon penjelasannya, terima kasih.

Pengirim: +6285269800xxx

Vaksinasikan Kucing Secara Lengkap dan Teratur

Kami jelaskan bahwa pada dasarnya kucing merupakan hewan yang sangat suka dengan kebersihan, pada saat istirahat, seringkali kucing menjilati tubuhnya sendiri untuk membersihkan diri dari debu, kotoran maupun mengeringkan rambut (bulu) yang basah yang dikenal sebagai mandi kucing.

Sehingga pada umumnya kucing selalu terlihat bersih dan mengkilat pada kucing yang sehat, mempunyai bulu yang bersih, mengkilat dan tidak mudah rontok, sehingga kemungkinan bulu kucing terhirup atau tertelan manusia dapat dihindari.

Kehadiran kutu loncat, kutu penggigit maupun kutu penghisap darah, dapat menyebabkan bulu kucing menjadi mudah rontok. Kebersihan dan kelembaban yang kurang terjaga menyebabkan kucing mudah terserang jamur, sehingga juga memicu terjadinya kerontokan bulu.

Beberapa penyakit infeksius pada kucing yang mungkin dapat menular kemanusia antara lain adalah: "scabiesis" atau gudig, "ringworm" atau jamur (ditularkan dengan cara kontak dengan kulit kucing yang terinfeksi), "toxoplasmosis"atau toxoplasma yang bersumber dari feses kucing yang terinfeksi toxoplasma.

Apabila kucing anda bulunya mudah rontok atau sakit segera periksakan ke Dokter Hewan, sehingga kucing akan diberikan penanganan sesuai diagnosa yang ditegakkan Dokter Hewan anda.

Untuk memastikan kesehatan kucing kesayangan anda, vaksinasikan kucing anda secara lengkap dan teratur, dan tidak ada salahnya jika memeriksakan kucing anda secara periodik ke Dokter Hewan meskipun tidak sedang sakit.
Semua benda asing (kuman/agen penyakit, debu, bulu dll) yang masuk ke tubuh hewan maupun manusia dapat mengakibatkan dampak negatif. Namun besar kecilnya dampak yang muncul tergantung dari sensitivitas individu tersebut. Semakin sensitif maka semakin besar dampak yang akan terjadi.

Tidak menutup kemungkinan bulu kucing dapat menyebabkan atau memicu alergi pada individu manusia yang sensitif, asma misalnya, konsultasikan dengan Dokter anda untuk kesehatan tubuh anda sendiri.

Terapkan pola hidup bersih dan sehat; cuci tangan setelah kontak dengan kucing, bersihkan kotoran, sisa pakan dan kandangnya, akan lebih baik jika dilakukan penyemprotan desinfektan pada kandang dan lingkungan kucing tinggal.

Bagi anda yang sensitif dengan benda asing (bulu, debu) dan penderita asma, sebaiknya konsultasikan dengan Dokter anda sebelum memutuskan untuk mengajak tidur kucing kesayangan anda.

Untuk anda ibu yang sedang hamil, konsultasikan dan periksakan kesehatan dan kandungan anda ke Dokter Kandungan, sehingga kesehatan ibu dan janinnya dapat terkontrol.

drh. Sugeng Dwi Hastono
Dokter Hewan Praktik

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved