Calon Istri Menghina Keluarga Pasangannya
Saya mempunyai calon istri, namun calon saya itu sering sekali menghina keluarga saya. Bagaimana pandangan Islam?
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Yth MUI Lampung. Saya mempunyai calon istri, namun calon saya itu sering sekali menghina keluarga saya. Bagaimana pandangan Islam? Terima kasih.
Pengirim: +6285768577xxx
Termasuk Perbuatan Dosa Besar
Menghina, mencaci-maki dan menyakiti hati orang Islam itu termasuk salah satu perbuatan dosa besar, karena orang-orang Islam itu bersaudara, yaitu persaudaraan yang diikat agama.
Bentuk-bentuk perbuatan yang menyakitkan hati orang Islam itu banyak sekali, seperti menyebar luaskan rahasianya, mengambil barang-barang yang tanpa izin, menghina, mengejek, dan lain-lain perbuatan yang dapat menyakitkan hati.
Sebab perbuatan yang dapat menyakitkan hati orang lain itu bukan karakter seorang muslim, karena orang-orang muslim itu berakhlak mulia, berbudi luhur, berbicara baik, yang dimakan itu makanan yang halal, dan bila bertindak tidak mengganggu orang lain, dan selalu menjaga kehormatan saudaranya.
Tugas utama seorang muslim itu adalah memberi nasihat kepada saudara-saudaranya agar berbuat baik menyimpan rahasia orang lain dan selalu menyenangkan hati saudara-saudaranya.
Bila seorang muslim itu melihat perbuatan salah yang dilakukan saudara-saudaranya, maka ia segera menasihati dan mengingatkan agar berhenti dari mengerjakan perbuatan yang tidak baik itu dan selalu merahasiakannya agar kesalahan itu tidak diketahui oleh orang lain.
Allah SWT berfrman, " Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata". (QS. al-Ahzab : 58).
Seorang muslim itu dilarang keras menghina orang lain, karena terkadang orang yang dihina itu justru lebih baik daripada orang yang menghina. Adapun hina menghina ini dapat merusak persatuan dan kerukunan antar sesama muslim.
Maka orang yang senang menghina dan menyakiti hati orang muslim itu termasuk orang tercela, dan perbuatannya itu termasuk dosa besar.
Allah SWT memperingatkan, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan janganlah wanita-wanita mengolok-olok wanita-wanita lain karena boleh jadi wanita-wanita yang diperolokkan itu lebih baik daripada yang mengolok-olok itu. Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan julukan-julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah panggilan yang buruk sesudah beriman, dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim". (QS: al Hujurat - 11).
Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain". (QS. Al Hujurat 12)
Rasulullah SAW bersabda, "Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, "Orang Islam adalah orang yang kaum muslimin terhindar dari gangguan lidah dan tangannya, sedangkan orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah ". (HR.-Bukhari-datn Muslim).
Maka seorang muslim itu dilarang keras menyakiti orang Islam yang lain dan bahkan kepada orang yang bukan Islam pun dilarang menyakiti, dan juga kepada hewan yang tidak berakal.
H Mawardi AS
Ketua MUI Lampung