Siapa yang Diutamakan Pria Setelah Menikah?
Saya ingin tanya siapakah yang harus lebih diutamakan bagi laki - laki yang telah menikah
Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kepada Yth MUI Lampung. Saya ingin tanya siapakah yang harus lebih diutamakan bagi laki - laki yang telah menikah dan siapakah juga yang harus lebih diutamakan bagi wanita yang telah menikah. Terima kasih atas penjelasannya.
Pengirim: +6281369921xxx
Jalin Komunikasi Baik Antara Suami dan Istri
Kami jelaskan bahwa tidak diragukan Islam mengangkat kedudukan orang tua, apalagi seorang ibu. Allah mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya dan melarang untuk berbuat durhaka kepada mereka.
Ketika ditanya siapa yang paling berhak mendapat perlakuan baik dari seseorang, Rasul SAW tiga kali menjawab, "Ibumu" dan kemudian "Bapakmu." Bakti dan berbuat baik kepada orang tua seringkali disebutkan dalam Alquran sesudah perintah bertauhid dan beribadah.
Dalam sebuah hadits shahih, diriwayatkan bahwa Aisyah Ra bertanya kepada Rasulullah SAW, "Siapakah yang berhak terhadap seorang wanita?" Rasulullah menjawab, "Suaminya" (apabila sudah menikah). Aisyah Ra bertanya lagi, "Siapakah yang berhak terhadap seorang laki-laki?" Rasulullah menjawab, "Ibunya" (HR. Muslim)
Di sisi lain, bagi wanita yang sudah menikah, taat kepada suami harus mendapatkan perhatian khusus. Sebab, ketika seorang wanita menikah, seketika itu pula suaminya lebih berhak atasnya daripada yang lain, termasuk orang tuanya. Sehingga ia harus benar-benar taat kepada suami selama dalam hal yang baik dan ma'ruf menurut agama.
Sekarang, mana ketaatan yang harus diutamakan, orang tua (ibu) atau suami? Secara hukum, ketika ada benturan antara ketaatan kepada suami dan ketaatan kepada orang tua, maka suami harus lebih diutamakan. Hanya saja jika ketaatan kepada orang tua dan ketaatan kepada suami bisa dipertemukan, tidak dibenturkan, hal itu jauh lebih baik dan lebih mulia.
Jika itu berhasil dilakukan maka Anda akan mendapatkan surga baik lewat ketaatan kepada orang tua maupun lewat ketaatan kepada suami Anda. Yang diperlukan adalah sikap bijak dari Anda sebagai istri.
Cobalah berusaha untuk melakukan komunikasi yang baik dengan suami agar tetap menjaga adab kepada orang tua betapapun orang tua salah atau keliru dalam bertindak. Anda juga harus berusaha bersikap baik kepada orang tua Anda dengan cara yang penuh hikmah.
Termasuk memberikan nasihat yang baik sebagai bentuk bakti agar orang tua Anda bisa memahami dan berlaku baik pula. Iringi usaha Anda dengan doa semoga Allah SWT memberikan solusi dan jalan keluar yang mendatangkan keberkahan.
H Mawardi AS
Ketua MUI Lampung