Jokowi: Masak Kapal yang Ditenggelamkan Cuma Tiga, Kurang!
"Lalu saya pikir, kenapa perintah harus tiga kali. Mestinya sekali sudah cukup dan sudah langsung ditenggelamkan,"
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Angkatan Laut RI menenggelamkan tiga kapal asing milik nelayan Vietnam yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia, Jumat (5/12/2014) silam, di kawasan Tarempa, Kepulauan Riau.
Ini merupakan penenggelaman pertama sejak Presiden Joko Widodo mewacanakan langkah yang dipandangnya akan lebih efektif dan memberi efek jera.
Namun, hasil ini sepertinya masih belum menyenangkan hati Jokowi. Pasalnya seperti dikisahkan Jokowi di depan kepala daerah saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional di gedung Bidakara, penenggelaman kapal tersebut baru terealisasi setelah tiga kali diperintahkan--setelah pertama kali disampaikan dua bulan yang lalu.
"Tetapi perintah itu sampai saya ulang tiga kali baru ada yang tenggelam. Lalu saya pikir, kenapa perintah harus tiga kali. Mestinya sekali sudah cukup dan sudah langsung ditenggelamkan," kisah Jokowi disambut tepuk tangan para hadirin.
Karena, informasi yang diterimanya dari Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, bahwa yang ada di perairan nusantara antara 5.400 sampai 7.000 kapal yang beredar, dan 90 persen lebih illegal.
"Ini sudah tidak boleh lagi, ada ribuan kapal itu dibiarkan mencuri ikan-ikan kita," tegas Jokowi.
Memang, kata Jokowi, sudah ada tindakan tegas menenggelamkan tiga kapal asing. Tapi hasil itu belum memuaskan Jokowi.
"Tapi baru sekali ditenggelamkan yaitu 3 kapal. Saya masih nunggu lagi kapan lagi mau ditenggelamkan. Masa dari 5.000-7.000 hanya 3 yang ditenggelamkan. Kurang. Setuju enggak? Kurang. 5.000-7.000 masak yang ditenggelamkan baru 3," ujar Jokowi disambut tepuk tangan.
"Ini bukan perintah. Karena perintahnya sudah tiga bulan yang lalu," tegasnya.