Pemerkosaan, Si Adik Lihat Ayah dan Kakaknya Bergoyang di Dalam Sarung

Perbuatan tidak bermoral dilakukan sang ayah kandung. Parahnya lagi dilakukan di depan anak laki-laki berusia 11 yang merupakan korban

Pemerkosaan, Si Adik Lihat Ayah dan Kakaknya Bergoyang di Dalam Sarung

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Perbuatan tidak bermoral dilakukan sang ayah kandung. Parahnya lagi dilakukan di depan anak laki-laki berusia 11 yang merupakan korban. Sang bocah pun menyaksikan sang kakak diperkosa ayahnya di dalam sarung.

Melihat inilah agaknya hakim tahu perbuatan biadab sang ayah. Hukuman yang dijatuhkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Ketapang terhadap terdakwa kasus pencabulan SK, (38) lebih tinggi dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Menurut ketua majelis hakim, Achmad Rifai SH MH, JPU hanya menuntut terdakwa 13 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta dan subsider enam bulan kurungan.

"Ini putusan paling maksimal, lebih tinggi dari tuntutan jaksa yang hanya 13 tahun penjara. Hal-hal yang meringankan terdakwa tidak ada, memberikan keterangan berbelit-belit," katanya kepada wartawan usai sidang di PN Ketapang, Selasa (23/12/2014).

Bergoyang Dalam Sarung

Bahkan menurutnya hingga putusan ini terdakwa tak mengakui perbuatannya. Namun berdasarkan keterangan saksi-saksi seperti anak laki-lakinya sendiri atau adik korban. Sehingga terdakwa tetap dinyatakan terbukti bersalah dan pantas mendapatkan hukuman ini.

"Saksi kuncinya itu anak laki-lakinya sendiri, JK (11), adik korban. Terdakwa, korban dan saksi tinggal satu rumah. Saksi melihat terdakwa bersama korban di dalam kamar dalam satu sarung dan berbaring, di tanya saksi bapak sedang apa, dijawab terdakwa mencari akte," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Pengadilan Negeri (PN) Ketapang melaksanakan sidang terbuka mengenai kasus pencabulan SK (38) terhadap anak kandungnya NO (15).
Sidang keempat ini dilaksanakan di ruang sidang PN Ketapang, Selasa (23/12/2014) dan disaksikan puluhan masyarakat.

Peristiwa pencabulan ini terjadi di rumah terdakwa dan korban di Desa Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat selama pertengahan 2013 hingga Agustus 2014. Dalam kurun waktu tersebut, terdakwa telah lebih 10 kali mencabuli anaknya.

Korban Masih Trauma

Halaman
12
Editor: soni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved