Breaking News:

Curahan Hati Remaja Transgender Ini Bisa Meneteskan Air Mata Anda

remaja laki-laki yang terperangkap dalam kegalauan jati diri ini seketika menimbulkan asumsi jika kematiannya adalah tindakan bunuh diri lantaran

Penulis: tak ada | Editor: taryono
Curahan Hati Remaja Transgender Ini Bisa Meneteskan Air Mata Anda
ABC News
Leelah Alcorn

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, OHIO - Kisah sedih dalam kehidupan nyata disampaikan  remaja yang tewas akibat kecelakaan. Leelah Alcorn, remaja laki-laki yang terperangkap dalam kegalauan jati diri ini seketika menimbulkan asumsi jika kematiannya adalah tindakan bunuh diri lantaran depresi. [baca juga:  Kota Tua Berusia 5000 Tahun Ditemukan   ]

Dilansir dari ABC News, Sabtu (3/1/2015), kematian remaja pria yang menilai dirinya seorang perempuan ini pun masih dalam pemeriksaan kepolisian Kota Cincinnati, Ohio. Sementara ini polisi telah mengantongi informasi jika remaja berusia 17 tahun ini mengalami depresi akibat orangtuanya yang tidak menerima kenyataan yang dirasakan anak ini.

Hal ini ditemukan polisi dari catatan panjang yang dipostingnya di laman facebook Leelah Alcorn. Selain itu, remaja yang memiliki nama asli Joshua Ryan Alcorn ini mencurahkan isi hatinya ke laman tumblr. [baca juga: Polisi Tewas Terlindas Kereta Api, Didorong Penjahat ]

Dalam catatannya, Alcom bercerita mengenai sulitnya ia tumbuh menjadi seorang remaja transgender di rumahnya.

"Saya merasa hidup tidak layak lagi karena status transgender ini. Saya bisa saja menceritakan secara detil mengapa saya bisa seperti ini, namun alangkah panjang cerita yang akan terposting nantinya. Intinya, saya merasa seperti gadis yang terperangkap dalam tubuh seorang anak laki-laki , dan itu sudah saya rasakan sejak saya berusia 4 tahun," tulisnya di akun Facebooknya.

Catatan yang ditulis Alcorn ini menguak pengalamannya keluar sebagai gay dan teman-temannya di sekolah yang menerima keadaannya, namun tetapi untuk orangtuanya. Selain itu, ia juga menceritakan dirinya sempat dipaksa orangtuanya ke psikiater Kristiani, namun sayangnya usaha itu tidak dapat membantunya untuk mengatasi depresi.

"Setelah 10 tahun terperangkap dalam kegalauan jati diri, akhirnya saya mengerti siapa saya sebenarnya. Saya segera memberitahu ibu, tapi dia bereaksi sangat negatif, ibu mengatakan jika apa yang saya rasa ini hanyalah adalah fase dari seorang anak kecil menjadi remaja. Ibu juga mengatakan bahwa saya tidak akan pernah benar-benar menjadi seorang gadis dan Tuhan tidak membuat kesalahan, hanya saja saya salah, " tulisnya .

Mengetahui cerahan hati remaja itu, polisi segera memeriksa orangtua Joshua alias Leelah. Kepada polisi Carla, sang ibu hanya mengatakan jika putranya tewas saat hendak berjalan kaki. "Joshua ditabrak truk trailer," ujar ibunya. (Cesariana Sitanggang/Tribun Lampung)

Sumber : ABC News
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved