Headline News Hari Ini
Kematian Winda Akibat Infeksi Berat
Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) membantah segala tudingan miring yang mencuat terkait meninggalnya pasien tunawisma Winda Sari
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) membantah segala tudingan miring yang mencuat terkait meninggalnya pasien tunawisma bernama Winda Sari. Rumah sakit milik Pemprov Lampung itu secara tegas menolak disebut telah melakukan malapraktik.
Kabag Perencanaan dan Rekam Medik Elita M Utari menegaskan, pihaknya tidak melakukan tindakan apa pun yang menyebabkan Winda mengembuskan napas terakhir. Bahkan, ia membantah tudingan RSUAM melakukan eutanasia (suntik mati).
Wanita yang biasa disapa Tari itu mengatakan, jenazah Winda segera dimakamkan atas permintaan sang suami dan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. RSUAM pun siap jika suatu saat ada permintaan otopsi, meski untuk itu harus membongkar makam Winda. "Karena kami memang sudah melakukan penanganan optimal terhadap pasien (Winda)," ujar Tari dalam konferensi pers di RSUAM, Kamis (22/1).
Tari menyebutkan, penyebab kematian Winda adalah shock septic atau infeksi berat. Dalam kondisi tersebut, terlalu banyak kuman ganas yang menyebar ke seluruh organ tubuh Winda. Hal itu bisa disebabkan oleh luka atau alat alat kedokteran yang tidak steril.
Namun, Tari memastikan alat alat kedokteran yang digunakan RSUAM sudah steril. Ia menduga bakteri itu disebabkan oleh luka pada kaki Winda.
Melihat persoalan ini langkah apa yang diambil RSUAM dan pihak terkait terhadap keluarga Winda Sari? Jawabnya hanya di Tribun Lampung cetak edisi 23 Januari 2015