Breaking News:

Pedagang Keliling Kini Jadi Distributor Bantal di Lampung

Usahanya tidak langsung berjalan mulus. Tidak ada satu toko pun yang mau bekerja sama dengannya.

TRIBUN LAMPUNG/OKTA KUSUMA JATHA
perajin bantal dan guling di Lampung 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID-Tidak memiliki modal, bukanlah halangan untuk memulai bisnis. Ini setidaknya dibuktikan Erni Shinta Sari. Wanita yang akrab disapa Shinta ini, memulai bisnis penjualan bantal dan guling dengan berdagang keliling dari rumah ke rumah. Kini Shinta memiliki home industri Toko Mitra Gemilang dan menjadi salah satu distributor bantal dan guling di Bandar Lampung.

Shinta menceritakan, awal ia merintis bisnis pada Desember 2010. Saat itu, ia tidak langsung menjual bantal dan guling buatan sendiri, melainkan mengambil dari temannya. Bantal dan guling tersebut ia jual dari rumah ke rumah.

"Saya setiap ambil barang 50 bantal dan guling, kemudian saya jual sedikit-sedikit. Saya jual Rp 25 ribu-Rp 35 ribu. Ternyata bantal dan guling tersebut laku keras dalam satu minggu. Jadi setiap minggu saya mendapatkan untung Rp 125 ribu," jelas dia, Sabtu (24/1). Karena laris, dia pun meningkatkan jumlah barang yang dijualnya.

Setelah empat bulan berdagang keliling, Shinta memberanikan diri membuka usaha sendiri. Ia merintis usaha dari kediamannya di Jalan H Muhammad Salim, Panjang, dan membuat nama Toko Mitra Gemilang dengan modal Rp 2 juta.

"Saya mengajak empat orang untuk membantu. Dua orang di antaranya bersama saya berdagang bantal dan guling keliling. Saya juga menawarkan produk ke toko-toko yang ada di Bandar Lampung," kata dia.

Usaha itu tidak langsung berjalan mulus. Dikatakan Shinta, tidak ada satu toko pun yang mau bekerja sama dengan dirinya. Ia menduga karena produknya home industry, sehingga kualitasnya diragukan. Namun, ia tidak menyerah. "Akhirnya ada tiga toko yang bersedia membeli. Tiga toko tersebut ada di Teluk, Way Kandis dan Natar," ujarnya.

Setelah satu minggu ternyata bantal dan gulingnya yang ada di tiga toko tersebut habis terjual. Namun untung yang didapatnya habis untuk membayar karyawan, modal dan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Namun tiga toko tersebut memesan bantal dan gulingnya hingga 50 buah satu toko.

Dalam satu minggu bantal dan gulingnya di toko-toko tersebut habis terjual. "Karena selalu laris akhirnya mereka jadi langganan saya. Setiap seminggu sekali mereka meminta saya untuk membuatkan 50 bantal dan guling. Sehingga saat itu omzet yang saya dapatkan Rp 3 juta per minggu satu toko," kata dia.

Pada tahun 2014, langganan Shinta bertambah menjadi lima toko yang ada di Telukbetung (dua toko), Natar, Waykandis, dan Bambu Kuning. Lalu pertengan 2014 Shinta mencoba peruntungan dengan menjual boneka. Namun boneka tersebut tidak dibuatnya sendiri. Dia memesan boneka tersebut dari distributor di Bandung. Dia biasa memesan tiga hingga empat ball. Dalam waktu sebulan boneka-boneka itu laris terjual. Hingga kini Shinta memiliki enam orang karyawan dan omzet yang didapatkannya dari menjual boneka, bantal dan guling Rp 20 juta per bulan.(jelita dini kinanti)

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: taryono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved